TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bamsoet Resmikan Simbol 6 Rumah Ibadah Serta Letakan Batu Pertama Pembangunan Patung Rama Dan Khrisna Di Monumen Perjuangan Bangsal Bali

BALI (wartamerdeka.info) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dianugerahi penghargaan dan lencana 3/4 abad Resimen Mahasiswa Ugracena. Sekaligus meletakan batu pertama pembangunan patung Rama dan Khrisna (tokoh Ramayana dan Mahabhrata) yang direncanakan dibangun setinggi lima meter, serta meresmikan simbol rumah ibadah (masjid, gereja, vihara, dan kelenteng) yang menggambarkan kemajemukan dan keharmonisan bangsa Indonesia. 

"Keberadaan simbol rumah ibadah dan patung Rama serta Khrisna menggambarkan semangat nilai pluralisme, sikap humanis dan Bhineka Tunggal Ika sebagai aset dan kekuatan bangsa Indonesia. Nilai-nilai keagamaan telah mewarnai kemajemukan masyarakat sejak bangsa Indonesia dilahirkan, dan menjadi fitrah kebangsaan yang diwariskan para founding fathers kepada kita semua. Karena itu, tidak boleh ada pengingkaran dalam bentuk dan rupa apapun terhadap fitrah kebangsaan tersebut," ujar Bamsoet saat bertemu Gugus Kebangsaan Bali, di Pura Puncak, di kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), di Bali, Selasa (18/5/2021).

Turut hadir antara lain Ketua Umum Manajemen Monumen Perjuangan Bangsal Ngurah Bagus Putu Arhana, Ketua Dewan Harian Daerah Angkatan 45 Bali Wayan Windia, Ketua Korps Menwa Indonesia Bali Bagus Ngurah Rai, Komandan Korps Menwa Ugracena Bali Ida Anak Agung Parwatha Pandji, dan Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Seroja Timor Timur Bali Desak Kusuma Wati. 

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, keberadaan markas di Bangsal, yang kini dijadikan Monumen Perjuangan Bangsal, sangat berkaitan erat dengan sejumlah perjuangan rakyat Bali di berbagai tempat. Antara lain peperangan di Laut Gilimanuk, pendaratan pasukan I Gusti Ngurah Rai tanggal 20 November di Marga, juga perjuangan di Munduk Malang. 

"Menjadi markas pertemuan pimpinan pemuda pejuang dalam mengatur strategi perlawanan terhadap penjajahan Jepang dan Nica. Bahkan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai sering melakukan pertemuan disini," jelas Bamsoet. 

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menerangkan, tugas berat berada di pundak seluruh anak bangsa untuk menjadikan pengorbanan para pejuang tidak sia-sia. Memastikan kedaulatan, persatuan, dan kesatuan bangsa tetap terjaga. 

"Tegak berdirinya NKRI sebagai bangsa yang berdaulat, tidak lain berkat dukungan dan pengorbanan segenap komponen bangsa. Sistem pertahanan keamanan negara yang kita bangun mengamanatkan dua hal, bahwa rakyat adalah bagian penting dari upaya bela negara, dan bahwa upaya bela negara harus menjadi tanggung jawab dan kerja bersama seluruh komponen bangsa, bukan semata menjadi tugas TNI dan Polri," pungkas Bamsoet. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama