TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Asmat: Warga Jangan Lagi Mudah Terprovokasi


PAPUA (wartamerdeka.info) - Bupati Asmat Elisa Kambu didampingi Wakil Bupati Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan rasa syukur atas momentum peringatan 51 tahun kembalinya Irian Barat ke NKRI.  Sekarang masyarakat di Papua dan Papua Barat dapat menikmati hasil pembangunan, sang Bupati berharap masyarakat jangan mudah lagi terprovokasi.

“Momentum 51 tahun ini memberikan kesempatan bagi orang Papua untuk memimpin sendiri daerahnya, mulai dari Gubernur hingga Bupati dan Wali Kota. Mari bergandengan tangan membangun Papua agar rakyat makin sejahtera,” kata Elisa Kambu dalam keterangannya, Senin (3/5/2021).

Dia mengatakan, adanya kepercayaan bagi Orang Asli Papua (OAP) memimpin daerahnya, harus dimanfaatkan dengan baik. Tugas selanjutnya tinggal mengelola amanah tersebut, agar Papua semakin maju dan sejahtera.

Kata Elisa Kambu, masyarakat di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Asmat, jangan sampai mudah terprovokasi. Sebab sekarang sudah tidak ada alasan yang membuat warga susah. “Sudah saatnya masyarakat menikmati hasil pembangunan tanpa gangguan berarti,” ujarnya.

Momentum 1 Mei 2021 merupakan hari bersejarah di Tanah Papua. Saat itu wilayah Irian Barat yang kini menjadi Provinsi Papua dan Papua Barat kembali ke NKRI pada 1963. (**)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama