Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Bupati Nelson Terus Dorong Peningkatan SDM Pendidikan Di Kab Gorontalo

KAB GORONTALO (wartamerdeka.info) -  Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus mendorong peningkatan sumber daya manusia bagi warganya khususnya bidang pendidikan baik pendidikan non formal maupun formal. 

Karena itu, Jumat (21/05/2021), Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingo mengumpulkan sekaligus evaluasi terhadap tenaga pendidik di Yayasan Taman Cendekia Gorontalo, baik itu guru PKBM, guru Madrasyah Aliyah, kejuruan termasuk bagi Guru SMA olah raga dan bagi pengelola SKB di Kabupaten Gorontalo. 

Lanjut Nelson, pendidikan formal itu, Alhamndulillah sudah berjalan baik mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA di tingkat Provinsi bahkan perguruan tinggi ada kemajuan di Gorontalo.

Tapi menurut Nelson, yang menjadi problem adalah pendidikan non formal. Padahal, kata Nelson, pendidikan Non formal ini  untuk masyarakat yang tidak bisa mengikuti pendidikan formal.

"Dan itu kurang lebih ada 65 persen masyarakat kita. Sehingga ini kita benahi di Kabupaten Gorontalo, tadinya hanya 3 SKB sekarang sudah 6 unit SKB," ungkap Nelson. 

Bupati dua periode itu mengatakan, dengan demikian pendidikan non formal ini tidak hanya mendapatkan ijazah, pengetahuan paket A,B dan C, tetapi juga mendapatkan keterampilan dan produktif sehingga untuk mengatasi kemiskinan lebih muda.

Termasuk juga, mereka mendapatkan pendidikan keluarga karena sekolah paket itu semua sudah berkeluarga. "Hal ini juga dapat meningkatkan pendidikan keluarga untuk mengatasi masalah sosial di tingkat keluarga dapat teratasi," tandasnya. (Ar/Ir)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama