Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bareskrim Selidiki 279 Juta Data WNI Bocor Dijual Secara Online

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Data 279 juta warga negara Indonesia (WNI) diduga bocor dan dijual secara online di forum hacker Raid Forums.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyebut pihaknya segera menyelidiki kasus tersebut.

“Sejak isu bergulir saya sudah perintahkan Dirtipidsiber (Brigjen Slamet Uliandi) untuk melakukan lidik hal tersebut,” ujar Agus melalui pesan singkat, Jumat (21/5/2021).

Kabareskrim menjelaskan administrasi penyidikan sedang disiapkan supaya Bareskrim bisa ikut membantu mengusut kasus kebocoran itu. Saat ini, Kominfo hingga BPJS Kesehatan sedang mendalami bocornya 279 juta data WNI.

“Sedang dipersiapkan mindik (administrasi penyidikan) untuk legalitas pelaksanaan anggota di lapangan. Saat ini dari Kominfo, Kependudukan, dan BPJS sedang mendalami hal kebocoran tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, data sebanyak 279 juta penduduk Indonesia diklaim telah bocor dan dijual secara online.

Informasi pribadi dalam data bocor itu meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon bahkan kabarnya juga jumlah gaji.

Data bocor ini dijual dan disebut sebagai informasi pribadi lengkap. Disertakan pula sejuta sampel data untuk pengecekan. Kejadian ini bikin gempar dunia maya sejak kemarin, Kamis (20/5/2021).

Kementerian Kominfo melakukan investigasi terkait kasus tersebut, dan ternyata data bocor itu diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan. (Ulis/gomes)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama