Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Diancam Tembak Mati Oleh Teroris OPM, Kepala Suku Kimak: Jangan Takut, TNI-Polri Jaga Papua


PAPUA (wartamerdeka.info) - Kepala Suku Kampung Kimak, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Abelom Kogoya mengajak serta mengimbau warganya untuk tidak terprovokasi ulah Kelompok Teroris OPM di wilayah itu yang masif akhir-akhir ini.

Saat ditemui di Kimak, Selasa (4/5/2021), Abelom mengaku sempat diancam akan ditembak mati oleh Kelompok Teroris OPM pimpinan Numbuk Telenggen. Namun, hal itu tidak menciutkan nyali Abelom.

“Masyarakat harus tetap tenang, tidak terpengaruh maupun terprovokasi oleh ulah Teroris OPM karena aparat TNI-Polri senantiasa siap menjaga keamanan warga di Papua,” kata Abelom.

Tokoh agama setempat Pendeta Menaser Labene menuturkan bahwa kelompok Teroris OPM juga sempat mengusik ketenangan warga yang bermukim di wilayah Muara, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak.

Seperti yang dikabarkan pada Minggu, 2 Mei lalu, kelompok teroris OPM dilaporkan membakar gedung SD Mayuberi, perumahan guru, gedung lama puskesmas, serta merusak fasilitas jalan dan jembatan yang menghubungkan kampung-kampung terdekat.

Terkait pembakaran  ini, Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan pemerintah tidak salah mengelompokan OPM menjadi organisasi teroris, karena selalu melakukan teror baik melalui ancaman, pembunuhan, kekerasan bersenjata yang menyasar aparat dan masyarakat sipil, serta juga melakukan perusakan terhadap sarana umum dengan membakar sekolah, puskesmas, dan lain-lain.

Untuk itu, Kolonel Suriastawa menegaskan bahwa aparat keamanan akan mengejar dan menangkap pelaku untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, baik kepada masyarakat Papua maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan. (**)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama