Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Ketua Umum Ormas GMPB Andi SH Minta Satgas Covid - 19 Awasi Lebih Ketat Prokes Di Tempat Industri

Ketua Umum Ormas GMPB Andi SH

PURWAKARTA (wartamerdeka.info) -Meningkatnya kasus aktif Covid - 19 di Wilayah Kab. Purwakarta, terutama terjadi kasus baru di Claster Industri membuat Ketua Umum Ormas Gerakan Masyarakat Purwakarta Bersatu (GMPB) yang juga sebagai Penggiat Anti Covid - 19 angkat bicara

Kepada wartamerdeka.info, Ketua Umum Ormas GMPB Andi SH di Ruang Kerjanya, Rabu (16/6/2021) mengatakan, Wilayah Kabupaten Purwakarta untuk penambahan angka yang terkonfirmasi positif sangat signifikan pada minggu ini, dan dampaknya kita bisa melihat Rumah Sakit yang menjadi rujukan Pasien Covid semua penuh.

"Saya berharap Satgas Covid - 19 Kab. Purwakarta mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, serta mempercepat melakukan 3 T," kata Andi.

Berdasarkan Data yang dia himpun dan dapatkan dalam dua pekan terakhir ini, angka terkonfirmasi Positif justru terjadi pada klaster perusahaan atau Industri yang menempati angka paling tinggi serta menunjukkan lonjakan yang luar biasa.

Oleh karena itu, ujarnya, perlu dilakukan langkah-langkah yang komprehensif dari Satgas Covid - 19 untuk meninjau ulang dan melakukan pengawasan agar memperketat Prokes di tempat Industri

Jangan hanya cafe, tempat wisata, dan hajatan masyarakat saja yang menjadi sasaran Satgas untuk pemeriksaan prokes, justru mereka pengelola dan pengunjung sangat memperhatikan akan Prokes.

"Perlu dicatat juga kalau untuk dibatasi pengunjungnya agar tidak terjadi kerumunan di tempat Hajatan, Cafe dan Wisata saya sangat setuju, tapi kalau dibatasi waktunya saya ada pertanyaan apakah Covid itu menyerang pada waktu tertentu di malam hari. Kalau ia kenapa shift kerja malam di Perusahaan tidak dievaluasi oleh Satgas Covid," pungkas Andi SH.(A. Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama