TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bertarung Di Bursa Sekda Lamongan (3)

Khusnul Yaqin dan Zamroni

Oleh : W. Masykar

Lantas, apakah tidak majunya Khusnul Yaqin dan Zamroni, pada seleksi Sekda Lamongan, karena intervensi politik ? Bisa saja, karena ada kompromi politik. Pada konteks ini, permainan ada di belakang panggung. Banyak kemungkinan bisa terjadi dan disepakati demi tetap utuhnya pemerintahan Yesbro kedepan, karena adanya kekuatan politik yang tidak menghendaki Khusnul Yaqin maju pada seleksi Sekretaris Daerah, misalnya. 

Atau kemungkinan lain, Khusnul legowo untuk tidak maju, karena pertimbangan lain. Kemungkinan tersebut bisa saja muncul. Atau Khusnul sudah tahu dirinya akan "tumbang" di tengah jalan sehingga tidak terpilih duduk di kursi Sekda. Padahal, sejak mula mantan Kabag Kesmas ini, digadang menempati posisi kursi yang kini masih diduduki Aris Mukiono (Plt. Sekda). 

Ada tidaknya kompromi politik yang menjadikan Khusnul Yaqin gagal maju pada seleksi Sekda Lamongan ini, setidaknya bisa dilihat pada saat dilakukan rotasi (mutasi) pejabat beberapa bulan kedepan. Jika dia masih menempati posisi kepala Bapemas atau di Dinas lain yang setara, itu artinya ada deal politik, namun jika Khusnul Yaqin justru dilempar di Dinas Perpustakaan atau Arsip, misalnya, berarti ada dendam politik untuk tidak menempatkan pria berkacamata ini pada Dinas strategis. Nah, memang banyak kemungkinan bisa saja terjadi.  

Lantas, bagaimana dengan Kepala Dinas Perindag Zamroni, jauh hari  beredar rumor, mantan Camat Glagah ini, dianggap mumpuni dan memiliki kans duduk di kursi Sekda. 

Tampaknya  Zamroni tahu diri untuk tidak ikut ikutan maju pada bursa seleksi. Dia akan berjalan apa adanya, tidak mau ambil resiko. Dia lebih memilih posisi wait and see.  Dengan pilihan itu, Dia akan selamat dari "jebakan" Politik birokrasi yang sedang bermain. Pilihan ini, bisa jadi justru akan membawa berkah untuk  menempatkan Dia pada posisi dinas strategis. 

Dengan gagalnya Khusnul Yaqin dan Zamroni, lantas bagaimana dengan lima pejabat yang sedang bertarung dalam bursa seleksi Sekda yang saat ini masih terus berjalan? 

Adu kuat antara gerbong STPDN/APDN dengan Non gerbong, tampaknya akan terus berlanjut. Dan pertarungan dua gerbong tersebut, bisa direpresentasikan pertarungan dua sosok, Moh. Nalikan (mewakili gerbong STPDN) dengan Aris Wibawa (Non gerbong). Apakah Plt. Kepala Dinas Pendidikan ini akan berjalan mulus atau justru Pansel akhirnya justru memunculkan Aris Wibawa sebagai Sekda definitif?.. (Bersambung) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama