Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Bupati Yuhronur Efendi: Pasar Online Lamongan (POL) Solusi Di Tengah Pandemi

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo, PPKM Level 4 diperpanjang hingga 25 Juli 2021 dan dilanjutkan pelonggaran secara bertahap apabila terjadi tren penurunan angka penularan covid-19. Pemkab Lamongan menghimbau masyarakat agar tetap stay at home.

Bupati Yuhronur Efendi menyerukan agar aktif menggunakan platform kebanggaan Lamongan yaitu aplikasi POL (Pasar Online Lamongan) yang telah dikenalkan sejak tahun 2020 lalu.

“Saya melihat dan mengevaluasi kembali POL. Ini memang menjadi salah satu solusi ditengah pandemi, masyarakat dengan mudah belanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah agar himbauan pemerintah untuk stay at home ini bisa dipatuhi,” seru Pak Yes saat meninjau kantor PD Pasar Lamongan, Rabu (21/7)

Kehadiran aplikasi POL ditengah masyarakat Lamongan akan terus disempurnakan, evaluasi dan perbaikan dilakukan oleh PD Pasar secara berkala selaku developer aplikasi POL.

“Kita akan terus perbaiki supaya POL nantinya menjadi instrument untuk masyarakat yang membutuhkan layanan belanja. Jangan lupa akses terus POL, pasar online lamongan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk penjual pasar tradisonal yang tetap buka selama masa PPKM Darurat, Bupati mengapresiasi dan menghimbau untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi pembatasan-pembatasannya.

“Untuk penjual offline, pemerintah sampai saat ini masih akan mengevaluasi pada tangal 26 juli. Sementara kita jalankan keadaan yang sudah baik ini. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan baik. Upaya-upaya kita mengurangi mobilitas, sosialisasi, penyaluran bantuan juga akan terus kita pertahankan. Masyarakat sudah banyak yang patuh walaupun masih ada saja yang belum tahu. Tapi kita tidak akan pernah lelah untuk terus mengingatkan. Masker! Masker! Masker!” tegas Bupati Pak Yes.(Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama