Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Persiapan Belajar Tatap Muka, Pelajar Di Purwakarta Mulai Divaksinasi

PURWAKARTA (wartamerdeka.info) - Pemkab Purwakarta, TNI dan Polri bersama Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan mulai melakukan program vaksinasi Covid-19 yang diperuntukkan bagi pelajar yang berusia 12 hingga 17 tahun.

Penyuntikan vaksin Covid-19 bagi pelajar tersebut dilakukan di sejumlah titik berbeda diantaranya di SMPN 1 Purwakarta, SMPN 1 Jatiluhur, SMPN 1 Sukatani, Rumah Sakit Gunung Putri, Aula Dinas Kesehatan, Puskesmas Munjul, Puskesmas Koncara, Puskesmas Mulyamekar dengan target sasaran sebanyak 102.715 dosis. Hal ini dilakukan sebagai persiapan sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

Di Sela Monitoring Secara Langsung Kegiatan Vaksinasi pelajar Di SMPN 1 Purwakarta,Jln.KK.Singawinata, Sabtu (17/7/2021), kepada sejumlah Awak Media Bupati Anne mengatakan, hari ini kita launching vaksinasi untuk usia 12 sampai 17 tahun. 

"Untuk aksinya, kita dibantu Polda melalui Polres Purwakarta juga dari Kodam melalui Kodim Purwakarta," kata Bupati Anne.

Bupati Anne menjelaskan, sebelumnya sempat terjadi kekosongan vaksin di Purwakarta, namun hari ini sudah teratasi oleh bantuan dari TNI dan Polri, hingga ada dua ribu paket dosis yang diperuntukan bagi dua ribu orang. Dengan target vaksinasi Covid-19 Pelajar usia 12 sampai 17, yang nantinya sebagai bentuk persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) apabila PPKM Darurat ini sudah selesai.

"Dengan pertimbangan kasus positif Covid - 19 sudah melandai, serta akan kita lihat apakah kemudian zona kita itu adalah resiko tinggi, sedang atau rendah dari situ nanti baru diputuskan apakah sekolah dengan pembelajaran tatap muka boleh dilaksanakan atau tidak," pungkas Bupati Anne.(A.Budiman)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama