TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polisi Tangkap WS, Pemalsu Tabung Oksigen

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap WS alias KR pelaku pemalsuan sebanyak 114 tabung apar (tabung pemadam) menjadi tabung oksigen, pada 20 juli 2021. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan tersangka mencari keuntungan dengan cara memalsukan tabung oksigen, karena banyak masyarakat yang membutuhkan tabung oksigen di masa pandemi Covid-19. 

"Tersangka membeli tabung apar Rp 700.000 hingga Rp 750.000, setelah membuang isi tabung apar, kemudian tabung di isi oksigen dijual tersangka seharga Rp 5 juta," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat (30/7/2021).  

Menurut Yusri, setelah membeli tabung apar, tersangka membuang isinya kemudian di cuci. Cara mencuci tabung menggunakan air seperti biasa dilakukan tersangka. 

"Tabung apar di isi oleh oksigen, ini dampaknya sangat berbahaya. Karena ketebalan tabung apar dan oksigen juga berbeda, bisa meledak," terang Yusri. 

Pekerjaan tersangka sebagai pengisi tabung apar, sehingga memiliki akses untuk mengumpulkan dan membeli tabung apar. 

"Tersangka melalui media sosial telah menjual sekitar 20 tabung oksigen," papar Yusri. 

Tersangka dijerat Undang-Undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan pasal 113 UU No.7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama