TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Masuk Level 2, Kabupaten Tasikmalaya Bersiap Memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Setelah berada di level 2, Kabupaten Tasikmalaya kini mulai bersiap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).  Hal ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.

Namun, menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tasikmalaya, Rudi Sonjaya, untuk sekarang ini belum ada kebijakan pasti terkait adanya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. 

Saat ini Mendagri sudah menerapkan PPKM Level 2 untuk Kabupaten Tasikmalaya, dan dapat menyelenggarakan PTM dengan  kehadiran siswa maksimal harus 50 persen dari keseluruhan jumlah yang ada.

"Sesuai Permendagri, Kabupaten Tasikmalaya kini masuk pada PPKM level 2, itu berarti, aktivitas umum dilonggarkan dan aktivitas perkantoran 75 persen hingga sekolah mulai uji coba tatap muka terbatas, namun tetap prokes harus diutamakan," katanya.

"Karena, dalam PTM ada beberapa syarat yang harus dipatuhi para siswa maupun orang tua, yaitu selalu memakai masker, membawa handsanitizer, cuci tangan sebelum sesudah masuk dalam kelas, dan membawa minum makanan sendiri," tambah Rudi, kepada Wartawan kemarin.

Menurutnya, sekolah yang sekarang sudah mulai menguji coba pembelajaran tatap muka adalah  SDN 1 Cintaraja Kecamatan Singaparna, yang pembelajarannya dilakukan secara bergeliran setiap hari.

Misalnya mulai dari nomer urut 1-16 melakukan kegiatan belajar uji coba di sekolah selama dua jam, dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sedangkan, absensi siswa dari nomor urut 15 - 28, dilakukan pembelajaran daring dan untuk hari berikutnya terus bergiliran, "demikian ujar Rudi. (H Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama