Langsung ke konten utama

90 Kali Donor Darah, Muhammad Nur Abduh, Terima Penghargaan

BARRU (wartamerdeka.info) - Muhammad Nur Abduh, SE pria kelahiran Jampue Barru, 06 Maret 1978 menerima  penghargaan berupa pin dan piagam sebagai pendonor darah dari Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Barru.

Penyematan Pin dilakukan langsung Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Barru,  Ir.H.Suardi Saleh,M. Si usai dilantik menjadi Ketua PMI Barru 2019-2024 oleh Ketua PMI Sulsel di lantai VI Menara MPP kantor Bupati Barru,  Rabu (29/9/2021).

Menurut Abduh,  dirinya mengawali Donor Darah sejak menjadi siswa SMK Neg 1 Barru pada tahun 1995 yang waktu itu menjadi ketua PMR. Kegiatan donor darah aktif dilakukan 3 bulan sekali baik kegiatan donor darah rutin yang dijadwalkan oleh PMI Barru maupun donor dadakan ketika stok darah habis sementara ada pasien yang membutuhkan darah di Rumah Sakit.

Dirinya mengakui, penghargaan yang pernah diterima adalah donor darah 25 (duapuluh lima) kali pada tahun 2003, donor darah 50 (limapuluh )kali pada tahun 2010 dan tahun ini mendapatkan penghargaan donor darah ke 75 (tujuhpuluh lima) kali yang diserahkan langsung oleh Bpk Bupati Barru yang juga sebagai Ketua PMI Kab.Barru.

"Saya memulai menjadi peserta donor darah sejak 1995 dan aktif sampai sekarang. Kini tercatat sudah 90 kali donor," jelasnya ketika menjawab pertanyaan awak media. 

Abduh mengajak para remaja khususnya untuk henyadi relawan perdonor darah kerena banyak manfaat yang diperoleh. salah satunya adalah meningkatkan produksi sel darah merah karena setelah donor darah terjadi pembentukan darah baru yang membuat tubuh menjadi lebih fit.

Selain itu, ianjut Kordinator TKSK Kabupaten Barru itu,  donor darah marupakan amal jariah karena setetes darah yanr kita donorkan boleh jadi akan menyelamatkan nyawa orang lain. (Syam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...