Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Selama Masa Pandemi, Tingkat Konsumsi Ikan Tawar Di Kota Tasikmalaya Meningkat

Kabid Perikanan Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kota Tasikmalaya Ibu Priya

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Selama musim pandemi Covid 19 permintaan ikan air tawar konsumsi di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan 10% walau sempat terganggu sejenak saat rumah  makan tutup karena PPKM.

Peningkatan permintaan ini terjadi diantaranya karena mungkin masyarakat ingin menkonsumsi makanan yang lebih bergizi dan juga banyaknya permintaan dari daerah lain.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kota Tasikmalaya Ibu Priya saat ditemui di kantornya, Senin (13/9/2021).

Lanjut Priya, permintaan ikan konsumsi dari daerah lain ke Kota Tasikmalaya di antaranya dari Pangandaran,karena di daerah tersebut bantuan sosial Covid 19 selain sembako dan uang, ada juga Ikan air tawarnya.

Priya pun mengakui bahwa untuk stok ikan konsumsi di Tasikmalaya baru mencapai 40% dan sisanya 60% disatangkan dari luar, misalnya Nila dari Darma Kuningan,ikan mas dari Jati Luhur serta gurame dari daerah Jawa Tengah. Itu terakumulasi seluruhnya sekitar 9000 ton.

"Permintaan ikan air tawar konsumsi di Kota Tasikmalaya berpluktuasi,ada naik ada turun,namun selama pandemi malah meningkat sekitar 10%," kata Priya.

Priya pun membahas tentang pelaku usaha ikan di Kota Tasikmalaya yang masih kondusif dan terus meningkatkan produksinya guna menyeimbangi kebutuhan ikan konsumsi agar lebih meningkat dari 40%.

Lalu perbandingan tentang gizi antara ikan yang diberi pakan secara intensif dan ikan lokal yang diberi  pakan tradisional seperti dedaunan atau limbah rumah tangga sama saja,

Sebab, katanya, ikan mempunyai metabolisme tersendiri. Bahkan dengan pakan khusus sudah terkandung protein dan lain lain, sehingga ikan tersebut lebih cepat pertumbuhannya.(H.Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama