Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gebyar Vaksinasi, Melibatkan 2000 Lebih Murid Dari Beberapa Sekolah Di Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA (wartamerdeka.info) - Pelaksanan vaksin buat para siswa siswi  di Kota Tasikmalaya,  dilaksanakan serentak 5 Sekolah diantaranya, SMK, SMA dan SMP yang melibatkan dua ribu lebih peserta vaksin yang bertempat di SMAN 1 dan SMPN 3 Kota Tasikmalaya, Senin (13 September 2021).

Tahapan sebelum vaksin mereka lakukan dengan selektif dari mulai pendaftaran sampai cek kesehatan awal, yang dilakukan oleh puluhan nakes dengan tetap tidak berkerumun.8n

Dalam pelaksanaan vaksin ini ada beber apa kondisi atau gejala yang terjadi setelah vaksinasi COVID-19 yang disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),yang dialami hanya oleh dua Orang Siswa yaitu: Rahmat, siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 1 dan Femi, siswa kelas X TKR 2 SMK Muhammadiyah.

Mereka  mengaku hanya pusing sedikit, padahal kata petugas tensi darah keduanya sedang normal yaitu 120.

"Iya kami mengalami pusing sedikit setelah di vaksin, namun kini sudah tidak lagi, setelah minum penawarnya yaitu teh manis," kata Rahmat dan Femi kepada Pewarta.

Dalam kesempatan itu Walikota Tasikmalaya Muhamad Yusuf memonitor langsung kegiatan, bahkan sempat menengok kedua siswa yang mengalami KIPI tersebut.

"Warga tidak usah khawatir untuk di vaksin, walaupun misalnya ada Kejadian Ikutan Paska Imunisasi atau (KIPI), dipastikan mendapat penanganan yang baik dari petugas medis," katanya. (H.Adam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama