Langsung ke konten utama

Selamat Jalan Sang Politisi Sejati, Sabam Sirait

Foto: Sabam Sirait, Sang Politisi sejati

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Berita dukacita datang dari pihak keluarga, yang menyatakan telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Bapak Sabam Sirait (Ompung Marsahala Doli), usia 85 tahun, Rabu 29 September 2021 pukul 22.37 WIB di RS Siloam Karawaci.

Sabam Sirait, Senator Indonesia, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) R.I dari provinsi DKI Jakarta itu, selama ini dikenal sebagai ‘Politisi Sejati’, mulai dari kiprahnya sejak tahun 60-an hingga akhir hayatnya. Sabam dikenal sebagai sosok yang teguh pada prinsip demokrasi dan berkeadilan, serta keberpihakannya yang kental kepada kaum lemah alias ‘wong cilik’.

Sejak mahasiswa, dia sudah menjadi aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dari mulai anggota, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI hingga pernah menjadi Pengurus Pusat GMKI di tahun 70-an. Selanjutnya, dia berkiprah di dunia politik, mulai dari Partai Kristen Indonesia (Parkindo) hingga menjadi Deklarator Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan juga sebagai Deklarator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Tentu banyak peristiwa yang dilaluinya, selama menjadi politisi yang berkiprah dalam kepemimpinan 6 (enam) Presiden sejak Indonesia merdeka hingga sekarang. Termasuk ketika sebelumnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR GR) R.I, hingga bertransformasi menjadi DPR R.I, dan beberapa kali menjadi anggota DPR R.I, maupun pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) R.I, dan terakhir anggota DPD R.I. 

Berbagai pihak menilai, kepiawaian Sabam Sirait terlihat dari ketangguhannya dalam menghadapi badai politik sejak Orde Lama, Orde Baru yang penuh dinamika, serta Orde Reformasi yang makin dinamis. Termasuk kelenturannya dalam melakukan lobi-lobi politik hingga selalu kritis terhadap Pemerintah, dalam menegakkan demokrasi yan berkeadilan. 

Sabam Sirait meninggalkan seorang istri yaitu, dr. Sondang Sidabutar, MM serta anak dan menantu: Maruarar Sirait, S.IP / Shinta Triastuti br Sidabutar, SE; dr. Batara Imanuel Sirait, Sp.OG KFER / Tasya Purba, S. Si; Johan Sirait SH/Cynthia Margaretha br Sidabutar; Mira Sirait, S.Psi.  MSc/ Putra Nababan, BA. Beserta para cucunya: Marsahala Yoshua  Sirait, SH, Amaris Sirait; Ayra Sirait, Alaska Sirait, Alva  Sirait, Aubriel Nababan, Gabriel Nababan, dan Namora Nababan.

Adapun Riwayat Hidup Sabam Sirait, diuraikan berikut ini.

Lahir: Pulau Simardan, Tanjungbalai, Sumatra Utara, 13 Oktober 1936 

Penghargaan : Bintang Mahaputra Utama

Karier:

* Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR)  periode 1967-1973

* Anggota DPR RI  periode 1973-1982

* Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993.

* Anggota DPR RI periode 1992-2009

* Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), periode 2019-- sekarang

Partai Politik:

*Pejabat Sekretaris Jenderal Partai Kristen Indonesia (Parkindo): periode 1963-1967

* Sekretaris Jenderal Parkindo: periode 1967-1973

* Penandatangan Deklarasi Pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), tanggal 10 Januari 1973

* Sekretaris Jenderal PDI tiga periode: periode 1973-1976; periode 1976-1981; dan periode 1981-1986

* Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), September 1998.

* Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI Perjuangan: 1998-2008

Bagi sejumlah kader, baik aktivis organisasi kemahasiswaan, organisasi masyarakat maupun maupun organisasi politik, banyak mengungkap kesan terhadap sang Politisi Sejati ini. Di banyak WAG maupun Facebook, ungkapan masing-masing personal dapat kita amati sebagai bagian dari kedekatannya terhadap para juniornya, dimanapun ia berkiprah. 

Kini semuanya tugas itu telah selesai baginya, dan ia harus menghadap ke Sang Penciptanya. Selamat jalan Sang Politisi Sejati... (DANS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...