TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Lamongan Siaga, Antisipasi Potensi Bencana Hidrometeorologi

LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Jelang musim hujan, pemkab Lamongan bersama jajaran TNI dan POLRI meningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi berbagai jenis bencana hidrometeorologi. 

Untuk mengantisipasi itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, angina puting beliung hingga badai tropis lainnya.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Yes, saat memimpin Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka Antisipasi Menghadapi Bencana Alam Tahun 2021 di Alun-alun Kabupaten Lamongan, Senin (25/10). Turut mendampingi Dandim 0812 Letkol Inf Sidik Wiyono dan Kapolres AKBP Miko Indrayana.

Bupati mengungkapkan, intensitas bencana alam hidrometeorologi yang masih terus terjadi dan ada kecenderungan meningkat eskalasinya sangat dipengaruhi perubahan iklim global. Bahkan berdasarkan data BMKG,  musim hujan saat ini, mengalami peningkatan intensitas curah hujan,  itu karena fenomina anomali cuaca, yang ditandai fenomena la nina yang dapat memicu peningkatan curah hujan hingga 20 sampai 70 persen.

“Melihat besarnya ancaman bencana alam hidrometeorologi tersebut, kita perlu terus  meningkatkan kewaspadaan, saat ini akan memasuki musim penghujan, dimana berdasarkan data dari BMKG wilayah Jawa Timur,   musim penghujan sebagian besar akan terjadi pada Bulan November dan puncaknya akan terjadi pada Bulan Januari hingga Februari tahun 2022,” ujarnya.

Menyingkapi besarnya potensi bencana itu, pemerintah daerah melalui Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mempersiapkan berbagai keperluan, mulai dari kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), pengecekan secara detail sarana dan prasarana, hingga kondisi trnsportasi yang akan digunakan untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat agar terhindar dari resiko bencana.

“Kita semua berkewajiban melakukan antisipasi untuk meminimalisir dampak yang akan timbul dari bencana tersebut. Ini wujud komitmen kita bersama, siap siaga menghadapi bencana alam serta memberikan bantuan secara optimal kepada masyarakat, dan tentunya semua harus sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan sehingga diharapkan nantinya dalam penanganan bencana alam tidak memunculkan  klaster baru dalam penyebaran Covid 19,” tukasnya.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Banyak bencana yang termasuk ke dalam bencana hidrometeorologi, antara lain kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, el nino, la nina, longsor dan berbagai bencana lainnya.(Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama