// China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV // Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Barcelona, setelah Cubarsi (Barcelona) diusir dari lapangan Camp Nou. // Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa //

Pineapple Manchester United mengalahkan Chelsea dengan gol Cunha yang meningkatkan harapan lolos ke Liga Champions, memperkuat cengkeramannya di posisi ketiga Liga Premier dengan kemenangan 1-0 yang membuat Chelsea bergantung pada bantuan. Manchester United mengambil langkah besar untuk mengakhiri pengasingan dua tahun dari Liga Champions saat Matheus Cunha mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 melawan Chelsea. Kemenangan United pada hari Sabtu membuka selisih 10 poin antara Setan Merah di posisi ketiga dan Chelsea di posisi keenam, dengan hanya 15 poin tersisa untuk diperebutkan musim ini.

IMF dan Bank Dunia memulihkan hubungan dengan Venezuela


IMF telah melanjutkan hubungan dengan Venezuela, membuka kembali saluran yang memungkinkan Caracas untuk mencari bantuan keuangan
Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menyebut pemulihan hubungan sebagai pencapaian besar diplomasi Venezuela, setelah Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengumumkan pemulihan hubungan dengan Venezuela.

Baca selanjutnya...

 


Dari Webinar FKIP UKI - FKIP UNTAD: Pendidikan Harus Bekali Peserta Didik Dengan Kemampuan Literasi Digital

Prof Dr dr Bernadeta Nadeak MPd saat memberikan paparan dalam Webinar yang digelar FKIP UKI - FKIP Untand

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pendidikan harus membekali peserta didik dengan kemampuan literasi digital.

Hal itu mengemuka dalam Webinar bertema “Peran LPTK Dalam mendidik Calon Guru Pada Jaman Digitalisasi: Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan" yang digelar FKIP Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta bekerjasama dengan FKIP Universitas Tadulako (Untad) Palu, Kamis (25/11/2021).

Dalam seminar online yang digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2021 itu,  Prof Dr dr Bernadeta Nadeak MPd, Guru Besar FKIP UKI mengingatkan bahwa saat ini kita sudah memasuki Era Society 5.0.

"Era ini merupakan proses kolaborasi antara manusia sebagai pusatnya (humancentered) dan teknologi sebagai dasarnya (technology based). Artinya, Pendidikan era Society 5.0 adalah proses pendidikan yang menitik beratkan pada pembangunan manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal, pengetahuan dan etika dengan ditopang oleh perkembangan teknologi modern saat ini," Prof Dr dr Bernadeta Nadeak.

Dikatakannya bahwa Society 5.0 memberikan tantangan baru yang harus diadaptasi dalam bidang pendidikan di Indonesia.

"Dunia manusia menghadapi tantangan yang besar pada abad ke-21 yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi  Kondisi ini disebut dengan Revolusi Industri 4.0. Pada satu sisi, teknologi memberikan kemudahan di dalam kehidupan manusia, namun pada saat yang sama kehadirannya juga mengancam kehidupan manusia," ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa kemampuan manusia perlu di-upgrade. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan manusia dapat dilakukan melalui jalur pendidikan. 

Namun dia mengingatkan pula, penelitian yang fokus pada analisis kesiapan guru di dalam menyambut pendidikan di era Society 5.0 ini masih belum banyak dilakukan

Di era Society 5.0, kata guru besar FKIP UKI ini, Pendidikan menjadi salah satu bidang yang utama karena pembangunan manusia sebagaimana dicita-citakan di dalam gagasan Society 5.0 tersebut dilakukan melalui pendidikan 

Terkait hal itu, tambahnya, kemampuan berpikir kritis menjadi hal yang penting dan sangat diperlukan di dalam proses pendidikan di era Society 5.0 

Pendidikan di era Society 5.0 oleh karenanya harus mampu mengembalikan manusia pada posisi sentral kehidupan, yaitu sebagai makhluk yang memiliki otonomi dan kemampuan untuk mengendalikan berbagai macam teknologi, termasuk artificial intelligence.

Prof Dr dr Bernadeta nenegaskan pula, kemampuan manusia yang penting bagi keberlangsungan proses pembelajaran harus dijaga, antara lain rasa ingin tahu, sensitivitas terhadap lingkungan sekitar, kekuatan untuk menemukan dan menciptakan nilai-nilai baru, ketekunan untuk menghasilkan hal baru, dan proses belajar secara mandiri atau otonom.

"Pendidikan di era Society 5.0 harus berpusat pada siswa, bersifat kolaboratif, kontekstual, dan terintegrasi dengan masyarakat. Era Society 5.0 dalam dunia pendidikan menekankan pada pendidikan karakter, moral, dan keteladanan," tandasnya. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama