Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Dari Webinar FKIP UKI - FKIP UNTAD: Pendidikan Harus Bekali Peserta Didik Dengan Kemampuan Literasi Digital

Prof Dr dr Bernadeta Nadeak MPd saat memberikan paparan dalam Webinar yang digelar FKIP UKI - FKIP Untand

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pendidikan harus membekali peserta didik dengan kemampuan literasi digital.

Hal itu mengemuka dalam Webinar bertema “Peran LPTK Dalam mendidik Calon Guru Pada Jaman Digitalisasi: Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan" yang digelar FKIP Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta bekerjasama dengan FKIP Universitas Tadulako (Untad) Palu, Kamis (25/11/2021).

Dalam seminar online yang digelar dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 25 November 2021 itu,  Prof Dr dr Bernadeta Nadeak MPd, Guru Besar FKIP UKI mengingatkan bahwa saat ini kita sudah memasuki Era Society 5.0.

"Era ini merupakan proses kolaborasi antara manusia sebagai pusatnya (humancentered) dan teknologi sebagai dasarnya (technology based). Artinya, Pendidikan era Society 5.0 adalah proses pendidikan yang menitik beratkan pada pembangunan manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal, pengetahuan dan etika dengan ditopang oleh perkembangan teknologi modern saat ini," Prof Dr dr Bernadeta Nadeak.

Dikatakannya bahwa Society 5.0 memberikan tantangan baru yang harus diadaptasi dalam bidang pendidikan di Indonesia.

"Dunia manusia menghadapi tantangan yang besar pada abad ke-21 yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi  Kondisi ini disebut dengan Revolusi Industri 4.0. Pada satu sisi, teknologi memberikan kemudahan di dalam kehidupan manusia, namun pada saat yang sama kehadirannya juga mengancam kehidupan manusia," ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa kemampuan manusia perlu di-upgrade. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan manusia dapat dilakukan melalui jalur pendidikan. 

Namun dia mengingatkan pula, penelitian yang fokus pada analisis kesiapan guru di dalam menyambut pendidikan di era Society 5.0 ini masih belum banyak dilakukan

Di era Society 5.0, kata guru besar FKIP UKI ini, Pendidikan menjadi salah satu bidang yang utama karena pembangunan manusia sebagaimana dicita-citakan di dalam gagasan Society 5.0 tersebut dilakukan melalui pendidikan 

Terkait hal itu, tambahnya, kemampuan berpikir kritis menjadi hal yang penting dan sangat diperlukan di dalam proses pendidikan di era Society 5.0 

Pendidikan di era Society 5.0 oleh karenanya harus mampu mengembalikan manusia pada posisi sentral kehidupan, yaitu sebagai makhluk yang memiliki otonomi dan kemampuan untuk mengendalikan berbagai macam teknologi, termasuk artificial intelligence.

Prof Dr dr Bernadeta nenegaskan pula, kemampuan manusia yang penting bagi keberlangsungan proses pembelajaran harus dijaga, antara lain rasa ingin tahu, sensitivitas terhadap lingkungan sekitar, kekuatan untuk menemukan dan menciptakan nilai-nilai baru, ketekunan untuk menghasilkan hal baru, dan proses belajar secara mandiri atau otonom.

"Pendidikan di era Society 5.0 harus berpusat pada siswa, bersifat kolaboratif, kontekstual, dan terintegrasi dengan masyarakat. Era Society 5.0 dalam dunia pendidikan menekankan pada pendidikan karakter, moral, dan keteladanan," tandasnya. (Ar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama