TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Kapolri Serahkan Bantuan Sosial Ke Pekerja Seni Di Yogyakarta

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo peduli dan mendukung pengembangan seni budaya di Indonesa termasuk di Yogyakarta. Seni budaya Indonesia yang  adi luhung harus dijaga dan dilestarikan, bahkan dikembangkan sebagai aset dan destinasi wisata nasional dan international.

Kapolri Jend Sigit bersama jajaran  melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),  menyerahkan bantuan sosial (bansos) ke pekerja seni yang terdampak Covid-19. Kehadiran Kapolri disambut para penari dan seniman di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta.

Sasaran penerima bantuan sosial yakni sebanyak 700 paket seniman Ramayana Balet berupa sembako mulai dari beras, minyak goreng, mie instan, gula, susu hingga teh  bertempat di pelataran Candi Prambanan Yogyakarta. 

Kapolri  Sigit berharap pemberian bansos ini dapat meringankan beban para pekerja seni yang  sempat terdampak akibat Pandemi Covid-19.  "Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat bagi seniman yang ada di sini," kata dia.

Tak hanya itu, mantan Kabareskrim Polri ini menyempatkan berbincang dengan salah satu pekerja seni yakni penari. Ia pun menanyakan kondisi sektor kesenian dan kebudayaan di Candi Prambanan, DIY.

Para penari pun mengaku sangat terdampak dengan pandemi Covid-19. Dimana kegiatan pementasan tidak ada sama sekali lantaran tak adanya pengunjung.

"Di Yogya juga sepi tidak ada pengunjung itu berpengaruh sekali karena di Ramayana ini hadirnya pengunjung itu berpengaruh kepada pementasan yang ada di Ramayana Prambanan," ujarnya.

Mulai Membaik

Penari lainnya menambahkan kondisi pandemi yang mulai membaik membuka harapan pementasan tari kembali menggeliat. "Mulai normal walaupun seminggu sekali karena di sini penarinya banyak harus diganti-ganti agar tak terjadi kesenjangan sosial. Penonton sudah mulai masuk walaupun tidak banyak," katanya.

Dengan kondisi pandemi yang mulai bisa dikendalikan, Kapolri berharap kegiatan seni dan budaya kembali normal. Namun, mantan Kapolda Banten ini menitipkan pesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat pementasan berlangsung.

Ia pun memberi semangat kepada penari agar tetap berlatih. Sebab menurutnya saat ini susah untuk mencari penari muda yang melestarikan seni dan budaya.

"Mudah-mudahan semua kembali normal dan titip pesan prokesnya tetap diperkuat agar angka Covid-19 bisa ditekan," tegas Kapolri Sigit. (Ulis)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama