TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Gelombang Tsunami Hantam Ibu Kota, Raja Tonga Tupou VI Dievakuasi Pasukan

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Gelombang tsunami yang menghantam Tonga, negara di kawasan Pasifik, akibat letusan gunung api bawah laut, membuat Raja Tonga Tupou VI dievakuasi.

Dikutip dari NZ Herald, rekaman video menunjukkan gelombang menyapu rumah, sejumlah properti, hingga gereja di Tonga. Sejauh ini belum ada kabar tentang korban jiwa atau luka.

Island Business melaporkan bahwa Raja Tonga Tupou VI telah dievakuasi dari Istana Kerajaan setelah tsunami membanjiri ibu kota Nuku'alofa, Sabtu (15/1).

Konvoi polisi dan tentara tampak membawa Raja ke sebuah vila di Mata Ki Eua di saat penduduk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi.

Gelombang yang dihasilkan oleh gunung berapi membanjiri Nuku'alofa, membanjiri halaman Istana, tepi laut dan jalan utama.

Tsunami itu merupakan dampak lanjutan dari letusan gunung api bawah laut Hunga Tonga-Hunga Haʻapai, setelah sebelumnya abu, uap, dan gas menyembur hingga 17 Km ke udara. Abu vulkanik pun dilaporkan mencapai Nuku'alofa, ibu kota Tonga.

"Doakan kami," kicau seorang warga Tonga di media sosial, di saat orang-orang melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi di tengah teriakan kepanikan.

Polisi dan otoritas setempat telah menyarankan semua warga untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi. Ada pula laporan sirene berdering di Nukualofa.

Finau Fonua dari RNZ Pacific mengatakan Tonga saat ini dalam kondisi gelap, abu berjatuhan, dan orang-orang dapat melihat kilat di awan yang tertutup abu.

Pemimpin komunitas Tonga Auckland, Melino Maka, mengatakan bahwa dia gagal menghubungi keluarga dan teman-temannya di Tonga usai beberapa jam.

"Ini waktu yang cukup mencemaskan bagi kami. Saya akan tetap berdiri dan terus mencoba. Semua jaringan mati."

Sebelumnya, peringatan tsunami keluar untuk kawasan Kepulauan Pasifik, Selandia Baru, dan Australia. Penduduk daerah dataran rendah didesak untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.

Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru mengirimkan peringatan Penasihat Nasional untuk memberitahukan aktivitas tsunami.

"Kami memperkirakan wilayah pesisir Selandia Baru di pantai utara dan timur Pulau Utara dan Kepulauan Chatham akan mengalami arus kuat dan tidak biasa serta gelombang tak terduga di pantai," cuitnya.

Angkatan Pertahanan Selandia Baru mengatakan sedang memantau situasi di Tonga dan siap membantu jika diminta oleh Pemerintah Tonga. Sejauh ini belum ada permintaan yang dibuat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama