Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Satgas Yonif 126/KC Bagikan Perlengkapan Sekolah Kepada Anak-Anak Wilayah Perbatasan RI-PNG

KEEROM (wartamerdeka.info) - Dalam rangka meningkatkan minat belajar anak-anak di wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-PNG  Yonif 126/KC Pos Kaliapao membagikan tas dan buku sekolah secara gratis kepada siswa SD YPPK Pulboa di Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti, Letkol Inf Dwi Widodo, S.H.,M.Han dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Senin (31/01/2022).

“Harapannya agar mereka lebih rajin dan giat belajar dalam menuntut ilmu demi meraih cita-citanya di masa yang akan datang. Semoga tas dan buku ini dapat membantu mengatasi keterbatasan dan dapat meningkatkan keinginan belajar dan membaca anak-anak di SD YPPK Pulboa ini,” ucap Dansatgas.

Sementara itu, Ibu. Siti, S.PD selaku salah satu guru SD YPPK Pulboa sangat mengapresiasi pembagian tas dan buku oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/Kala Cakti tersebut, serta berharap anak-anak semakin memiliki semangat dan moril tinggi dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

“Kami pihak sekolah sangat bangga dan senang, atas kepedulian Satgas kepada anak-anak didik kami, dengan harapan sebagai tunas bangsa akan lebih rajin belajar di sekolah demi masa depannya nanti,” ujar Siti. (R)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama