Tanpa judul

 

Dengan hormat melaporkan bahwa kami telah melaksanakan tugas mewakili Bapak Menteri pada acara Musrenbang Regional  Sulawesi Tahun 2022 pada hari ini Jumat, tanggal 1 April 2022 bertempat di Hotel Claro Makassar.


Beberapa hal yang perlu kami laporkan antara lain sbb : 


1. Musrenbang Regional Sulawesi dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara selaku Ketua Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi, Sekretaris Jenderal Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi, Gubernur Sulawesi Selatan, Wakil Gubernur Sulawesi Barat,Gubernur  Gorontalo yang diwakili oleh  Sekda Prov Gorontalo, Gubernur Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Asisten II  Provinsi Sultra dan Pimpinan DPRD Provinsi, Menteri PPN/Kepala Bappenas yg diwakili Direktur  Tata Ruang dan Penanganan Bencana Kementerian PPN, Menteri Dalam Negeri yg diwakili Dirjen Bina Bangda dan hadir secara langsung, Menteri Pertanian  yg diwakili oleh Kepala Pusat Penelitian Holtikultura Kementerian Pertanian, jajaran Forkopimda Regional Sulawesi, Bupati/Walikota, Sekda, Kepala OPD beserta jajaran, Kepala Instansi Vertikal, Pimpinan BUMD.


2. Tema Musrenbang Regional Sulawesi Tahun 2022 adalah Peningkatan Infrastruktur Antar Wilayah Regional Sulawesi Untuk Transformasi Ekonomi Yang Inklusif dan Berkelanjutan serta Berdaya Saing


3. Pelaksanaan Musrenbang Regional Sulawesi Tahun 2022 dilakukan dengan melalui beberapa tahapan diantaranya Pelaksanaan Pra Musrenbang Regional Sulawesi di Kendari, Pembahasan usulan prioritas kebersamaan se- Sulawesi dan acara puncak yaitu Talkshow Dua Arah antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah se-Sulawesi.


4. Dalam kesempatan  talkshow tersebut  kami sampaikan bbrp point penting antara lain yaitu:


a. Memberikan apresiasi atas pencapaian indikator makro seluruh Provinsi di regional Sulawesi, dimana seluruh provinsi di Sulawesi secara garis besar telah memiliki angka capaian yang baik dan diatas angka rata2 nasional, namun tetap diperlukan konsistensi dan usaha keras dalam mempertahankan capaian tersebut guna selanjutnya mencapaian sasaran pembangunan pada tahun 2023.


b. Disampaikan pula dalam pelaksanaan Rakortekrenbang tahun 2022 pada Seluruh Provinsi di Sulawesi menghasilkan sejumlah 2.536 sub kegiatan yang mendukung kinerja urusan dan total dukungan pagu indikatif yaitu sebesar Rp. 4.152.793.867.331 untuk regional Sulawesi, sehingga diharapkan dukungan dana dan sub kegiatan tersebut dapat menjadi faktor pendorong dalam tercapaianya sasaran pembangunan Regional Sulawesi pada tahun 2023


c. Bagaimana mengembangkan potensi seluruh regional Sulawesi sehingga potensi mampu terintegrasi dan terkonektivitas sehingga mampu mendukung Sulawesi dalam menuju Sulawesi yang diharapkan.


d. Berdasarkan dengan berita acara kesepakatan forum pra-musrenbang regional Sulawesi yang telah dilaksanakan, setidaknya terdapat tiga isu strategis pembangunan yang mejadi fokus untuk regional Sulawesi yang pertama yaitu peningkatan konektivitas antarmoda transfortasi di Pulau Sulawesi; kedua transformasi digital pelayanan publik; ketiga percepatan penurunan stunting.


e. Prevalensi stunting di wilayah Sulawesi masih cenderung tinggi terutama pada 5 Provinsi, sehingga perlu dilakukan percepatan dalam penanggulangan stunting melalui pelibatan peran serta masyarakat melalui kelembagaan Pusat Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Gerakan Nasional Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).


f. Menjelang Ramadhan (Bulan Puasa) dan Hari Raya Idul Fitri agar Pemda selalu memonitor dan menjaga kestabilan harga bahan pokok dan menjaga inflasi daerah dengan lebih mengoptimalkan TPID yang sudah terbentuk di tiap daerah.


g. Pentingnya dan starategisnya peran BKPRS (Badan Kerjasama Pembangunan Regional Sulawesi) dalam mendukung pembangunan Regional Sulawesi, dimana juga telah terdapat regulasi nasional yang mendukung untuk dilakukannya Kerja Sama antar daerah sehingga berntuk-bentuk kerja sama sangat mungkin untuk dilaksanakan antar daerah.


5. Dalam pelaksanaan seluruh rangkaian acara talk show pada Musrenbang Regional Sulawesi tahun 2023, diperoleh secara garis besar beberapa point sebagai berikut:


a. Pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam mendorong transformasi dan percepatan pengembangan wilayah Sulawesi. Agenda kerjasama, kemitraan dan kolaborasi Sulawesi terdiri dari : 


1). Kerjasama Pemerintah Daerah terhadap Pemerintah Daerah yang terdiri dari Proyek kerjasama investasi dan perdagangan; pengembangan rantai nilai produksi dan pariwisata;penguatan dan pengembangan konektivitas dan mitigasi risiko bencana dan perubahan iklim


2). Kerjasama Perguruan tinggi dan Lembaga Kajian yang terdiri dari Penyiapan lulusan Perguruan tinggi yang unggul, inovatif dan berkualitas; pengembangan riset unggulan; penguatan manajemen pengetahuan dan peningkatan kapasitas aparat


3). Kerjasama Pemerintah Daerah, Perbankan dan Swasta yang terdiri dari Penguatan Kapasitas manajemen dan kerjasama UMKM; pembiayaan investasi produktif; perluasan promosi dan pemasaran; pengembangan teknologi dan fasilitasi transformasi digital


4). Kerjasama Pemerintah Daerah, Masyarakat, Sipil dan Mitra Pembangunan yang terdiri dari Pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas dan manajemen pengetahuan; pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan masyarakat dan proyek rintisan


5). Kerjasama Pemerintah dan Media yang terdiri dari Pemantauan kinerja pembangunan, diseminasi kebijakan dan program pembangunan; literasi, edukasi dan budaya pengetahuan dan pengawasan dan masukan


6) Kerjasama Pemerintah Daerah dan Pemerintah Daerah Luar Negeri yag terdiri dari sharing informasi dan pengetahuan, alih teknologi dan peralatan; perluasan perdagangan dan investasi dan peningkatan kapastitas dan manajemen pengetahuan.


b. Penyampaian Usulan kebersamaan Pembangunan Regional Wilayah Sulawesi  Tahun 2022, dimana dalam melakukan pembangunan wilayah Sulawesi masih menghadapi permasalahan diantaranya:


1) Belum optimalnya hilirisasi potensi unggulan berbasis sumber daya alam; 2) Belum terwujudnya pengembangan hubungan internasional untuk Kawasan timur Indonesia; 3). Masih lemahnya upaya kesiapsiagaan, mitigasi dan adaptasi bencana; 4). Belum optimalnya peningkatan produktivitas sektor tanaman pangan untuk mendukung peran Sulawesi sebagai lumbung pangan nasional; 5) Belum optimalnya  tata Kelola dan kelembagaan pengelola Kawasan metropolitan serta 6) masih rentannya ketahanan fisik dan sosial atas perubahan iklim, bencana, polusi, abrasipantai terhadap kesenjangan sosial dan kemiskinan perkotaan.

Usulan kebersamaan Pembangunan Regional Wilayah Sulawesi Tahun 2022 didominasi dengan usulan program  yang berkaitan dengan infrastruktur, konektivitas antar provinsi di Sulawesi yang masih membutuhkan pembangunan sebagai penyanggah IKN yang terdekat dengan Provinsi Kalimantan Timur.


c. Kemendagri mengapresiasi  pembangunan yang telah di lakukan di regional Sulawesi namun masih perlu dioptimalkan kembali sehingga pembangunan se-Sulawesi semakin baik.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama