JAKARTA (wartamerdeka.info) - Pemerintah akan memperkuat
ketahanan pangan nasional dan menyiapkan sejumlah langkah strategis
untuk mengantisipasi krisis pangan global.
“Rapat kali ini
merupakan tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden terkait dengan
ketersediaan pangan strategis, yang sampai bulan Juli ini relatif aman,
baik dari sisi pasokan maupun stabilitas harga,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di
Jakarta, Kamis, terkait pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas
(Rakortas) tentang Kebijakan Pangan.
Rakortas tersebut
dihadiri Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Menteri
Keuangan, Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, Kepala BNPB,
Dirut Bulog, serta sejumlah pimpinan kementerian/lembaga membahas
kondisi terkini terkait dengan situasi pangan nasional dan antisipasi
krisis global di bidang pangan, serta berbagai upaya yang akan dilakukan
untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Airlangga
menyampaikan bahwa Indonesia memiliki ketersediaan pangan yang memadai
hingga akhir tahun 2024. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Indonesia
sudah tidak lagi melakukan impor beras. Dalam Rakortas tersebut juga
dibahas rencana Indonesia untuk segera melakukan ekspor beras.
“Berdasarkan data dan neraca yang dipaparkan pada rapat internal
dengan Bapak Presiden, stok per Desember 2021 adalah 7 juta ton dan stok
Bulog lebih dari 1 juta ton, artinya kalau ekspor 200.000 ribu ton
masih aman,” ujar Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut,
Airlangga beserta para menteri, Dirut Bulog, dan Kemendag juga membahas
tentang aspek regulasi, aturan, perizinan dan kesiapan untuk pelaksanaan
proses ekspor beras yang akan segera dilakukan.
Selain itu,
juga dilakukan pembahasan mengenai bantuan beras Bulog tahun 2022 untuk
19,14 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan revisi regulasi Perpres
48 Tahun 2016 untuk penguatan penugasan Bulog.
Beberapa
ketentuan yang akan diatur antara lain terkait penggunaan CBP (Cadangan
Beras Pemerintah), pelepasan stok CBP, kriteria stok beras turun mutu
dan penggunaan dana untuk pelepasan stok.
Rakortas turut
membahas mengenai program penyaluran jagung untuk peternak mikro kecil
sebesar 50 ribu ton dengan melakukan perpanjangan penugasan Bulog hingga
31 Juli 2022. Selain juga pembahasan terkait transformasi kebijakan
pupuk bersubsidi mulai dari refocusing target subsidi menjadi 2
jenis pupuk dan 9 komoditas prioritas strategis, transformasi digital
dan revisi beberapa regulasi yang diperlukan. (An)
Komentar
Posting Komentar