TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Mimpi Nyapresnya AHY Yang Sia-sia

Oleh: Saiful Huda Ems (SHE)

Belakangan marak pemberitaan tentang keinginan Partai Demokrat (PD) pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ingin berkoalisi (baca: kerja sama-Pen.) dengan Partai NASDEM pimpinan Surya Paloh (SP). Keinginan yang menggebu-gebu dari Partai Demokrat pimpinan AHY ini, tentu saja tak terlepas dari mimpi AHY yang ingin diusung oleh koalisi partainya kelak untuk jadi Capres/Cawapres R.I 2024. Dan menurut saya hal ini hanyalah suatu kesia-siaan.

Akan sangat tipis sekali kemungkinannya Partai Nasdem untuk mau berkoalisi dengan Partai Demokrat. Kenapa bisa demikian? Inilah yang akan saya terangkan: Pertama, SP sebagaimana Ketum Parpol lainnya, pernah memiliki trauma berat pada SBY, dimana SP pernah dikibulin SBY untuk dukung jadi Ketum Partai Golkar sebelum NASDEM berdiri. Hingga sejak saat itu SP dan banyak Ketum Parpol lainnya yang enggan untuk bekerjasama lagi dengan SBY kecuali dari PKS, yang sejak dulu selalu dipelihara oleh SBY untuk pencitraan pemihakan SBY pada kelompok Islam di luar arus besar Islam (NU dan Muhamadiyah).

Kedua, Pengaruh SBY yang terlalu kuat di PD pimpinan AHY, serta melihat track record politik SBY yang selalu ingin mendominasi kerja sama PD dengan partai politik lainnya, pastinya akan mempersempit ruang gerak SP dan NASDEM nya, hingga hal itu tidak akan mungkin bisa diterima oleh SP. Ketiga, jika SP ingin jadi "Dalang Politik 2024", SP pastinya menginginkan "Wayang-Wayang Politik" nya yang hendak diusungnya menjadi Capres/Cawapres bisa bekerja dengan baik hingga bisa bertahan setidaknya satu periode masa jabatan presiden/wakil presiden. 

Sedangkan jika dilihat dari track record AHY yang masih pemula dan terlalu dini untuk jadi politisi apalagi jadi Capres/Cawapres, mengingat AHY yang tidak pernah berpengalaman jadi kader Parpol apalagi berpengalaman jadi pemimpin di ranah eksekutif, pastilah sangat mudah diprediksi bahwa AHY tidak akan mampu bekerja jika saja ia (meskipun mustahil) terpilih menjadi Presiden/Wakil Presiden. 

SP sangat tahu dan sadar akan kenyataan yang seperti itu, karenanya SP tidak akan mau beresiko dengan menerima PD pimpinan AHY menjadi mitra partai politiknya untuk meraih kemenangan PILPRES 2024. Kalau sudah begini AHY harus sudah siap-siap meninggalkan posisinya sebagai Ketum PD dan lebih baik menemani ayahnya saja untuk menciptakan berbagai album lagu-lagu terbarunya...(SHE).

11 Juli 2022.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama