TikTok YouTube Instagram Twitter Facebook WhatApp

Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

35 Sandeq Sulbar Berlayar Menuju Ibukota Negara

POLMAN (wartamerdeka.info) - Lomba Sandeq 2022 resmi dimulai. 28 dari 35 perahu Sandeq itu berlomba mulai dari Pantai Silopo sampai Pantai Manggar, Kalimantan Timur.

Pelepasan perahu Sandeq atau Maparonding Lopi dibuka langsung Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik di Tanjung Silopo, Polman Rabu 31 Agustus 2022. Etape pertama dimulai, dari Silopo (Polman) menuju Banggae (Majene).

"Etape pertama saya buka," ujar Akmal disambut gemuruh ribuan penonton di Pantai Silopo, Rabu 31 Agustus.

Dalam kesempatan yang sama, Akmal mengucapkan terima kasih kepada para sponsor kegiatan. Baik dari pemerintah kabupaten yang ada di Sulbar maupun pihak swasta dan perseorangan.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat melestarikan maha karya maritim kita ini," ujarnya.

Acara pelepasan Passandeq dimulai dengan ritual Mapparondong Lopi. Tak lupa pula, Akmal mengajak seluruh masyarakat, mendoakan para Passandeq agar tiba dengan selamat di tujuan.

Ketua Panitia Lokal Festival Sandeq Ridwan Alimuddin menyatakan bahwa dari 35 Sandeq hanya 28 sandeq yang berlomba untuk kecepatan. Sisanya 7 sandeq berlomba untuk aspek originalitas Sandeq.

"Untuk 7 Sandeq itu, kita nilai perahu mana yang paling bisa menonjolkan ke-kunoan-nya (tradisional). Makanya banyak perlengkapan dan peralatan jadul yang dibawa para Passandeq.  Tujuannya supaya masyarakat bisa tahu, kalau Sandeq jaman dulu itu begini. Ini edukasi juga masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Festival Sandeq juga menggelar ritual Mangisi Walasuji dan Pelepasan 1.000 lampion pada Selasa malam 30 Agustus sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan Festival yang mengusung tema "Indonesia Mendukung IKN" tersebut.

Adapun rute Festival Sandeq kali ini dimulai dari Tanjung Silopo - Pantai Banggae - Pantai Palipi - Pantai Deking dan Pantai Manakarra. Kemudian dilanjutkan dengan rute menuju Pulau Ambo dan Pulau Salissingan (Mamuju) hingga finish di Pantai Manggar Kalimantan Timur, pada 9 September 2022 mendatang. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama