Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Wisata Indonesia

Kepala BPSDM Kemendagri Bekali Peserta Latsar CPNS Dengan Filosofi Kepemimpinan Astha Brata

BUKITTINGGI (wartamerdeka.info) – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sugeng Hariyono membekali para peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dengan nilai Astha Brata. 

Adapun Astha Brata merupakan teori filosofi kepempimpinan yang memuat 8 sifat unsur alam, yakni matahari, bulan, bintang, angin, api, mendung, samudra, dan bumi. 

Dengan mengaplikasikan teori tersebut, pemimpin diharapkan dapat melakukan kontrol diri dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau Korea dengan 4 filosofi utama bisa menjadi negara maju, maka Indonesia bisa lebih maju karena ada 8 filosofi Astha Brata. Dan dimulai dari para PNS yaitu adik-adik alumni Latsar dan diperkuat dengan para pejabat yang saat ini berada di level menengah yaitu para peserta PKA,” ujar Sugeng saat menutup Latsar CPNS Angkatan VI, VII, dan VIII di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bukitinggi, Sabtu (27/8/2022).

Dalam kesempatan itu, Sugeng menyampaikan, pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa digital governance menjadi solusi dan sebuah keniscayaan yang perlu dihadapi. 

Dirinya juga menyampaikan kutipan Charles Darwin bahwa bukan spesies terkuat yang dapat bertahan, bukan pula yang paling pintar, tetapi spesies yang paling responsif dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan.

"Ketangguhan dan kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari kemampuan mempertahankan energinya walaupun di bawah tekanan, serta kemampuan menghadapi tantangan yang unpredictable dan unprecedented seperti Covid-19. Mengelola perubahan dan koflik menjadi peluang untuk melesat lebih jauh agar kinerja organisasinya lebih baik, “ tandas Sugeng.

Sebagai informasi, acara tersebut diikuti sebanyak 40 peserta PKA angkatan IV serta para peserta Latsar angkatan VI, VII, dan VIII. Adapun kegiatan itu juga dihadiri para perwakilan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dari daerah, serta pegawai PPSDM Regional Bukittinggi. (A)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama