Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

PMII Lampura Gelar Doa Bersama Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan

LAMPUNG UTARA (wartamerdeka.info) - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung Utara menjadi inisiator  kegiatan Doa bersama dan menyalakan lilin di lapangan Polres Lampung Utara pada malam pukul 20.00 WIB, Selasa, (4/10/22).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail, SH., S.I.K., M.I.K, Dandim 0412 Lampung Utara Letkol Andi, Kadispora Lampung Utara Imam Hanafi,  Kabag Ekonomi Lampung Utara Anom Sauni, OKP, Ormas, LSM , dan supporter Arema Lampung Utara. 

Hadir pula dalam kegiatan ini Habib Abdurrahman dan juga selaku imam dari Doa bersama dalam kegiatan ini. 

Bentuk solidaritas doa bersama yang dilakukan secara langsung untuk para korban dan keluarga korban sebagai bentuk belasungkawa atas tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan.

Dalam hal ini Azep Maulana mengungkapkan kepedihan yang terjadi di Kanjuruhan, tentu menjadi panggilan nurani kita semua untuk menggelar doa dan menyalakan lilin menunjukkan solidaritas kita sebagai pemuda khususnya bangsa Indonesia.

"Kegiatan ini adalah salah satu bentuk Aksi Solidaritas Kemanusiaan atas tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan Malang dalam laga Arema vs Persebaya, yang harapan kita bersama adalah agar kejadian serupa tidak terulang kembali karena telah merusak citra buruk sepak bola Indonesia di mata publik," imbuhnya.

Selanjutnya, masih di tempat yang sama Kapolres Lampung Utara mengatakan tragedi ini merupakan sejarah untuk bangsa Indonesia dan jangan sampai terulang kembali, tragedi ini adalah bentuk kemanusiaan bagi kita semua.

"Kegiatan ini merupakan bentuk empati kita terhadap korban tragedi Kanjuruhan dan kita doakan bersama agar semua yg telah mendahului kita tersebut dapat di terima di sisi Allah SWT," ujarnya. (yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama