Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

HUT Korpri Ke-51, Mendagri Tito Karnavian Ajak ASN Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian

JAKARTA (wartamerdeka.info) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berkenan menjadi Pembina Upacara pada Upacara HUT Korpri ke-51 yang digelar secara hybrid di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Upacara penuh khidmat ini diikuti oleh 1.000 peserta daring melalui Zoom, 3.706 viewer dari berbagai penjuru Tanah Air di Youtube Channel Dukcapil KDN, serta sekira 6000-an ASN yang rata-rata mengenakan masker putih di Istora Senayan, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Mereka berasal dari semua kantor kementerian/lembaga di seantero Jakarta, hadir untuk mengikuti Upacara Puncak HUT Korpri ke-51 oleh Inspektur Upacara Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin.

Mendagri dalam amanatnya menyerukan acara ini harus lebih bermakna dari sekadar ritual upacara tahunan atau sekadar realisasi anggaran belanja. Ia pun mengambil kesempatan acara ini untuk mengingatkan jajaran pemerintah daerah yang masih minimalis dalam penyerapan anggaran belanja.

Tito juga menyinggung, melihat latar belakang usia Korpri yang lebih setengah abad. "Organisasi profesi yang tetap survive di usia setengah abad itu tidak banyak. Untuk itu selamat hari ulang tahun bagi Korps Profesi ASN RI atau Korpri. Selama 51 tahun mengabdi dan diterima publik ini merupakan prestasi luar biasa bagi Korpri," cetus Mendagri Tito.

Pada bagian lain Menteri Tito mengapresiasi tidak sedikit yang sudah dikerjakan ASN anggota Korpri dalam melayani publik, dan menjadi tulang punggung  pemerintahan.

"Jumlah ASN ini sekitar 4,3 juta. Bayangkan, bagaimana kalau tidak ada 4,3 juta ASN, maka akan lumpuh lah semua daerah," tukas Tito.

Mendagri Tito pun menekankan arahannya agar ASN harus bisa mendapat kepercayaan dan persetujuan rakyat.

"Rebut public trust dan public concent. Korpri harus bisa merebut kepercayaan dengan mengubah mindset dari mental ambtenaar menjadi pelayan publik dengan core values ASN Ber-AKHLAK," katanya.

Tito mengakui, mengubah peradaban tidak bisa dilakukan secara drastis. 

Oleh karena itu, peran ASN sangat dibutuhkan sebagai agent of change atau agen perubahan yang terus menerus mengkampanyekan perubahan mindset ASN. "Indonesia Emas 2045, atau Indonesia menjadi kekuatan ekonomi nomor 4 terbesar di dunia di tahun 2040, itu tergantung dari performance ASN sekarang," kata Menteri Tito.

Tito meyakinkan bahwa mimpi tersebut akan menjadi kenyataan, karena bangsa Indonesia memiliki modal untuk itu. 

"Kuncinya di ASN yang 4,3 juta. Ubah mindset tidak mungkin serempak, maka ASN harus menjadi agen perubahan," ujarnya sekali lagi untuk memberi penekanan. 

Sementara, Ketua Umum Korpri Nasional Zudan Arif Fakrulloh dalam pidato laporannya mengungkapkan program tahun pertama Dewan Pengurus Korpri Nasional periode 2022-2027.

"Kegiatan Korpri mari kita fokuskan dalam 4 kegiatan besar. Pertama untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan digitalisasi birokrasi. Kedua, menguatkan ideologi dan karakter ASN. Ketiga, memberikan perlindungan karir dan bantuan hukum ASN, dan keempat meningkatkan kesejahteraan ASN," tandas Zudan.

Ia juga menyebutkan fokus program Korpri 4 tahun berikutnya ke depan, yakni Korpri bakal terus mendorong reformasi birokrasi melalui sistem pemerintahan berbasis elekronik. "Kita akan terus berupaya mendigitalkan seluruh pekerjaan kita salah satunya dengan penerapan digital signature."

Tekad besarnya adalah meningkatkan sistem kesejahteraan ASN dan pensiunan melalui fully funded secara konkret dan berkelanjutan.

"Fully funded maksudnya, sistem pembayaran pensiun dilakukan secara patungan antara PNS dan pemerintah. Besaran dana bisa ditentukan dan disesuaikan dengan jumlah gaji PNS yang diterima setiap bulan," jelas Zudan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...