Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Menko Airlangga: Kemampuan Digital Para Santri Harus Terus Diasah

SUKABUMI (wartamerdeka.info) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja kerja ke Pondok Pesantren Salafi Terpadu Darusyifa Al-Fitroh Yaspida Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengingatkan santri harus melek digital.

"Pentingnya melek digital untuk menghadapi tahun-tahun mendatang. Apalagi saat ini Indonesia masih butuh 500 ribu talenta digital hingga sembilan tahun mendatang," kata Airlangga dalam sambutannya, Sabtu.
 
Airlangga yang juga Ketua Majelis A’la PP Majelis Dakwah Islamiah menambahkan pihaknya optimistis para santri khususnya yang sedang menimba ilmu di ponpes ini sudah melek digital, akan tetapi kemampuannya tersebut harus terus diasah dan dimanfaatkan untuk membantu perekonomian bangsa melalui berbagai inovasi dan kreativitas.
 
Airlangga pun meyakini pada 2030 yang akan menjadi pemimpin dan pengusaha adalah para santri yang saat ini tengah menimba ilmu di pesantren-pesantren yang ada di Indonesia, maka dari itu harus mempersiapkannya dari sekarang karena tahun-tahun ke depan persaingan dalam dunia ekonomi akan lebih ketat.

"Pemerintah pun berharap para santri bisa menjadi yang terdepan dalam memajukan perekonomian bangsa," katanya lagi.
 
Pada sisi lain, Airlangga memuji kesuksesan Ponpes Salafi Terpadu Darusyifa Al-Fitroh Yaspida Sukabumi sebagai pesantren maju yang modern, dan berhasil menciptakan lulusan-lulusan yang berjiwa entrepreneur, karena ponpes ini menyediakan kebutuhan santri untuk belajar tentang dunia wirausaha.
 
Tentunya, Ponpes Yaspida bisa menjadi contoh pesantren yang sukses memberikan pembelajaran entrepreneur bagi ponpes lain di Indonesia. Maka dari itu, ia yang mewakili pemerintah pusat mengaku bingung apa yang harus dibantu oleh pemerintah untuk ponpes tersebut karena sudah lengkap semuanya.
 
“Jika semua pesantren di Indonesia seperti Ponpes Yaspida, saya yakin Indonesia akan menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat," katanya lagi.
 
Pada akhir sambutannya, Airlangga pun kembali memuji pimpinan Ponpes Yaspida KH Supriatna Mubarok sebagai sosok entrepreneur sukses. Selain menerapkan jurusan yang saat ini dibutuhkan dunia kerja, Ponpes Yaspida juga memiliki pabrik air minum sendiri. Bahkan, akan memiliki tiga pabrik air minum yang akan melayani kebutuhan masyarakat Sukabumi. (An)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama