Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Breaking News

Berita Foto

Cinque Terre

Hawa Moalim, 33 tahun, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi Wayamo di Baidoa, negara bagian Somalia Barat Daya, setelah melarikan diri dari wilayah Bakool ketika kekeringan menghancurkan mata pencahariannya. Ia memulai perjalanan dengan enam anak dan beberapa kambing yang selamat, tetapi hewan-hewan itu mati di sepanjang jalan, sehingga keluarga tersebut tidak memiliki apa pun ketika mereka tiba dua minggu lalu. [Abdulkadir Mohamed/NRC] (sumber: Al Jazeera)

Bupati Yuhronur Serahkan Asuransi Perlindungan Laka Laut



LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Untuk memberikan perlindungan rasa nyaman dan bagi para pekerja di Lamongan, Pemkab setempat pada 2022 telah menyalurkan sejumlah 8.000 bantuan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat nelayan. Asuransi perlindungan terhadap resiko kerja yang besar ketika di laut.


Menyerahkan santunan BPJS, Jum'at (27/1) kepada Muthoharoh ahli waris (istri) Teguh Raswanto (41) warga nelayan Kecamatan Brondong yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat melaut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi berharap santunan tersebut dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. 


"Almarhum ini telah terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Lamongan, meninggal karena kecelakaan dan memiliki 2 anak, sehingga almarhum berhak untuk mendapatkan santunan dengan total Rp. 217 juta. Semoga santunan ini dapat bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan, meringankan bebannya," kata Bupati.


Melalui asuransi perlindungan ini, jika ternyata dikemudian hari terjadi kecelakaan atau hal yang tidak diinginkan, maka keluarga yang ditinggalkan pun dapat tetap terjamin keberlangsungan hidupnya.


"Yang namanya musibah ini kan tidak bisa diprediksi, datang atau tidaknya. Siapa yang ingin terkena musibah, tidak ada. Nah, dengan asuransi ini misal kemudian ada musibah kecelakaan seperti ini, maka dapat membantu menjamin keluarga yang ditinggalkan. Apalagi rata-rata pekerja dan nelayan ini pasti kepala keluarga. Inilah guna dan manfaatnya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan," tambah Bupati Pak Yes.


Kepala Cabang Kantor BPJS Ketenagakerjaan Lamongan Dadang Setiawan sebuy BPJS ini telah diikuti almarhum selama 3 bulan melalui program Bupati Lamongan. Adapun besar santunan yang diperoleh ahli waris yakni Rp. 217 juta, yang terdiri atas santunan meninggal akibat kecelakaan kerja sebesar Rp. 70 juta, dan beasiswa sekolah untuk 2 anak hingga perguruan tinggi dengan total maksimal Rp. 147 juta dibayarkan pertahun sesuai jenjang pendidikan.


"Jadi karena ini programnya Pak Bupati, saya Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan mengharapkan ini diserahkan langsung oleh Pak Bupati langsung kepada ahli waris. Dari keluarga kan tidak ada penagihan iuran, jadi tidak tahu tiba-tiba dapat santunan ini. Harapan kami setelah ini warga sekitar atau teman-teman lain bisa meneruskan programnya Bupati, supaya tidak ada lagi warga khususnya Lamongan atau di Pantura ini yang miskin karena tidak ikut BPJS ketenagakerjaan," terang Dadang. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama