TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Plt. Wali Kota Bekasi Lantik Tim Percepatan Pelayanan Publik (TP3) Kota Bekasi

KOTA BEKASI (wartamerdeka.info) - Bertempat di Aula Nonon Sonthanie, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melantik Tim Percepatan Pelayanan Publik (TP3) Kota Bekasi pada Rabu, 04 Januari 2022.

TP3 Kota Bekasi berfungsi dan memiliki tugas sebagai tim perencanaan, penyusunan, dan perancang ide-ide inovatif untuk program-program pelayanan publik mendampingi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Tri Adhianto, TP3 dibentuk untuk dapat mengoptimalisasi dan memaksimalkan pelayanan untuk warga masyarakat.

"Kita kemarin sudah dapatkan penghargaan Innovative Government Award, ke depannya TP3 ini dibentuk agar bisa mendampingi para Kepala Perangkat Daerah untuk terus membuat suatu terbosan yang inovatif dan kreatif untuk pengembangan program-program pelayanan publik dari segala sektor, baik sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dsb, kepada masyarakat, sehingga pelayanan yang diberikan dari kami lebih maksimal dirasakan mereka dan merata," ujar Tri.

Terdiri dari para praktisi dan tenaga ahli yang unggul di bidangnya, TP3 Kota Bekasi diharapkan mampu untuk membaca dan merumuskan apa saja yang jadi kebutuhan masyarakat.

"Ide-ide program TP3 pun juga harus sejalan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, kan ada tenaga ahlinya untuk bidang-bidan terkait, jadi agar benar-benar bisa dimanfatkan masyarakat, tidak seakan-akan jadi sebuah program yang mentah, makanya harus dikonsepkan matang-matang," tutup Tri. (Tyo)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama