Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Antisipasi Cuaca Tidak Menentu, Lamongan Kembangkan Tanaman Melon Hidroponik Premium


LAMONGAN (wartamerdeka.info) - Iklim global yang tidak menentu sehingga mengakibatkan kendala di bidang pertanian hortikultura,  memunculkan inovasi cara bercocok tanam dengan menggunakan metode hidroponik.


Adalah Hartono Farm Mandiri di Desa Ganggantingan Kecamatan Ngimbang yang mengembangkan metode hidroponik tanaman buah melon  jenis premium.


Hari ini, Minggu (2/4),   Kebun Melon Hartono Farm Mandiri ini melakukan panen Perdana yang dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.


Bupati berharap melon premium hidroponik tersebut ke depannya dapat terus berkembang lebih maju, tidak hanya didistribusikan di pasar nasional tapi juga dapat diekspor ke pasar internasional. 


"Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong. Kita dorong pertanian agrobisnis ini nanti tidak hanya sekedar agrobisnis semata tapi kita upayakan untuk bisa kita kolaborasikan dengan pariwisata, yang biasa kita sebut dengan agrowisata," kata Bupati.


Dengan inovasi Hartono Farm Mandiri ini diharapkan dapat dijadikan pusat edukasi pertanian non-konvensional menggunakan media tanam air. "Ini kita harapkan nanti kedepannya bisa menjadi pusat edukasi, tempat agrowisata sebagaimana yang sudah dilakukan petani di tempat lain, pembeli memanen, memetik, dan menimbang sendiri buah yang dibeli," lanjut Pak Yes 


Diungkapkan Anton dari Manajemen Hartono Farm Mandiri, usaha milik Toni Hartono ini berdiri di atas lahan seluas 1 hektar yang terbagi dalam 2 lokasi yakni 5000 meter persegi di Desa Ganggantingan dan 5000 meter persegi di Desa Mendogo. 


"Yang sekarang ini di lokasi pertama berdiri 9 greenhouse dengan ukuran 400 meter persegi per unitnya, dengan kapasitas tanam 1480 batang. Masa tanam 75 sampai 80 hari tergantung jenis melon. Asumsi kita satu kali masa tanam hasil yang didapatkan 2 sampai 2,5 ton dengan kualitas dan kuantitas yang bisa stabil," terang Anton.


Selain itu, kebun ini diharapkan dapat menjadi pionir, percontohan bagi petani lain untuk mengelola pertanian dengan lebih maju, juga menjadi icon baru di Lamongan yakni melon premium hidroponik Lamongan.


"Kami berharap terus support dan dukungan Pemkab Lamongan, agar kita tidak hanya bisa memberikan kontribusi di domestik saja, syukur-syukur nanti kalau kita bisa tahu formulasi terbaik kita bisa sampai ikut ekspor, insya Allah nantinya," harapnya.


Adapun jenis melon premium yang ditanam yakni melon dengan jenis talent dan inthanon, dengan harga jual sampai ke tangan pembeli berkisar antara Rp. 40 ribu hingga Rp. 50 ribu per kilonya. (Mas)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama