// Sakamoto Kaori dari Jepang meraih gelar juara seluncur es kejuaraan dunia di Praha, Republik Ceko, pada hari Jumat. // Israel bersumpah tidak akan menghentikan serangan meskipun ada upaya untuk mengakhiri perang. // ASEAN tetap berlangsung pada Mei, tetapi dipersingkat menjadi program 'minimalis' karena konflik Timur Tengah // Teheran menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri pertempuran karena dianggap tidak adil. // Pemerintah Malaysia rencana mengurangi jumlah pekerja asing untuk mendorong perekrutan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan. // Tiga juta warga Iran dan sekitar satu juta warga Lebanon terpaksa meninggalkan rumah mereka karena serangan AS-Israel.//

Trulli
Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke Israel ketika perang dengan Iran meningkat. Pemberontak mengatakan mereka menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan ‘situs sensitif militer Israel’ di Israel selatan.

Beritanya..

Hossein: Pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan


Hossein Kanani Moghaddam, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, mengatakan kepada NHK pada hari Jumat bahwa dirinya skeptis terhadap pernyataan Trump yang meminta waktu untuk menyelesaikan pengerahan pasukan AS di kawasan itu, guna merebut pulau-pulau di Teluk Persia. Dirinya menekankan pihak Iran akan terus melakukan perlawanan habis-habisan.

Lanjut...

Inkoppas Gandeng PT Viura Gulirkan Revitalisasi Dan Digitalisasi Pasar Tradisional


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Sadar bahwa memberdayakan dan memperkuat pasar tradisional hakikatnya telah menjadi tuntutan peradaban, Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) menggulirkan program kemitraan yang akan memperkuat dan memberdayakan para anggotanya, pedagang pasar. Untuk itu Inkoppas menggandeng PT Viura Indonesia Persada sebagai mitra untuk menyukseskan Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pasar Tradisional yang selama ini menjadi kepedulian dan tekad Inkoppas. 


Bulatnya tekad Inkoppas itu dibuktikan dengan dilakukannya penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Inkoppas dengan PT Viura, Selasa (4/4/2023) di Jakarta.  


Menurut Ketua Harian Inkoppas, Andrian Lamemuhar, yang mewakili Inkoppas dalam penandatanganan MoU tersebut, berdasarkan data survei yang dilakukan Nielsen Media Research Indonesia, 2020 lalu, tercatat masih 58 persen warga masyarakat Indonesia memilih pasar tradisional untuk berbelanja bahan makanan segar untuk keperluan hidup mereka sehari-hari. Dari survei tersebut, kata Andrian, juga terungkap bahwa hanya sembilan persen yang membeli bahan makanan segar di supermarket atau hypermarket.



“Artinya, pasar tradisional sejatinya masih menjadi tumpuan utama orang-orang berbelanja bahan-bahan kebutuhan segar,”kata Andrian. Namun ia pun menyadari bahwa kendala utama orang-orang datang ke pasar tradisional adalah citra pasar tradisional yang becek, kotor, dan jorok. “Banyak yang sudah tidak begitu, tapi citra tersebut masih kuat bertahan di beberapa kalangan masyarakat,”kata dia.   


Itulah yang menurut dia, memercikkan inisiatif untuk dilakukannya penataan pasar menuju pasar yang bersih dan sehat, melalui revitalisasi pasar tradisional. “Ditambah dengan pengalaman selama Pandemi COVID-19, yang membuat orang ogah bergerak jauh ke luar rumah, terpikir untuk sekaligus melakukan digitalisasi pasar tradisional, seiring kebutuhannya yang juga kian meningkat,”kata Andrian.  


Sekian lama mencoba mencari mitra, menurut Andrian, Inkoppas kemudian menemukan PT Viura. 


Dalam kesempatan usai melakukan penandatangan MoU, Direktur Utama PT Viura, Andi Pranata Bangun, mengatakan menguatnya keperluan untuk melakukan digitalisasi pasar terlihat selama berlangsungnya Pandemi COVID-19, beberapa waktu lalu. “Tetapi memang kemudian bukan hanya karena pandemic, melainkan telah menjadi tuntutan peradaban,”kata Andi. “Itu yang coba kami lakukan di sini. Bagi kami, digitalisasi sama sekali tidak bermakna menghapus hubungan akrab yang telah terjalin lama antara pedagang dengan langganan. Bukan!” 


Menurut Andi, menghapuskan hal itu sama sekali artinya juga menghapus sekian banyak sisi lain dari ekonomi pasar. Misalnya, tak ada lagi keperluan untuk adanya tukang ojek, tukang parkir, pedagang informal dan sebagainya. “Kami ingin mencari proporsi baru yang harmonis antara kondisi lama yang baik, dengan hal-hal baru yang inovatif.”  


Alhasil, kata Andi, yang akan dilakukan nanti selain menyulap pasar-pasar tradisional lebih bersih, sehat dan aman lewat revitalisasi, juga memberikan aneka kemudahan baru dalam membayar. “Misalnya, penerapan e-commerce dan layanan pesan antar, penerapan pembayaran elektronik di setiap kios dengan mengintegrasikan inventarisasi secara daring dan luring, serta berbagai pilihan pembayaran lainnya seperti QR, kartu kredit dan dompet digital.” (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama