Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Disambut Tarian Adat, Prof Zudan Langsung "Ngegas", Siap Menjadikan Sulbar Lebih Maju


MAMUJU (wartamerdeka.info) - Usai dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavaian, sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Prof. Zudan Arif Fakrulloh langsung 'ngegas' sambangi Sulawesi Barat (Sulbar). Kedatangan di Bandara Tampa Padang, Mamuju, Sulbar, Senin (15/5/2023) sore disambut dengan atraksi tarian "To Pemanna Tapalang". 


Sambutan tarian To Pemanna Tapalang bertambah semarak dengan berbagai kesenian musik yang dipadu gong kecapi, gendang, seruling, dan rebana. Sebelumnya, Prof Zudan juga dikalungi Selendang Sagbe dan Sekomandi oleh dewan adat setempat. 


Zudan dalam kata sambutan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa usai diterima jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar, Organisasi Kepala Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Adat Mamuju dan tokoh agama Mamuju. 


"Sore hari ini saya merasa mendapatkan penghormatan yang luar biasa, penghormatan yang tinggi diterima dengan tangan terbuka di Sulbar," jelas Zudan. 


Zudan menjelaskan, dirinya juga sangat berterimakasih karena tidak hanya diterima sebagai Pj Gubernur, melainkan seperti keluarga sendiri. 


Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan tugas di Sulbar. Menurutnya, tugas yang diemban sebagai PJ Gubernur Sulbar merupakan bagian dari ibadah, selain menjalankan tugas negara. 


"Niat saya satu, di luar tugas negara, niat saya menambah pahala dan saya tidak ingin menambah dosa,"tambah Zudan.


Zudan juga menyampaikan, dirinya pernah memiliki pengalaman dalam menyelesaikan sengketa konflik di Sulbar, terutama permasalahan pertanahan dan konflik batas. 


Hal yang terpenting adalah membangun komunikasi agar menyelesaikan hambatan yang berimbas pada kecepatan pelayanan. 


"Dan komunikasi yang baik disertai dengan tabayyun, klarifikasi akan menjadikan kita semuanya maju lebih cepat dan tidak mudah dikonflikkan,” ungkapnya.


Sebagai langkah lanjutan, Zudan ingin mendorong terbentuknya super tim antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Forkopimda dalam mengatasi setiap persoalan di Sulbar.


"Saya percaya di Sulbar pernah lahir tokoh-tokoh besar maka yang ada di hadapan saya akan lahir tokoh-tokoh besar dari Sulbar. Mari kita bersama bentuk super tim untuk membuat tim Sulbar lebih maju,"pungkas Zudan. 


(Humas BNPP)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama