Tujuh anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi dan Rusia, akan meningkatkan produksi sebesar 188.000 barel per hari. // Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Tak Ingin Anak Perbatasan Putus Sekolah, Prof Zudan Berpikir Gandeng ASN Jadi Bapak Dan Ibu Asuh

Sekretaris BNPP, Zudan Arif Fakrulloh


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang dikepalai oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, fokus untuk meningkatkan pendidikan serta menekan angka putus sekolah anak-anak di perbatasan negara. 


Sekretaris BNPP, Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa masih terdapat anak-anak yang putus sekolah di perbatasan negara. Untuk menangani hal ini, BNPP akan mendata anak-anak yang putus sekolah tersebut agar dapat dicari solusi terbaik.


"Saya dan teman-teman sudah rapat karena di kawasan perbatasan banyak anak-anak putus sekolah. Kita ingin mendata, misal putus sekolah karena yatim piatu, yang yatim piatu ini berapa, misal di 54 Kabupaten/Kota ketemu yang yatim piatu misalnya terhitung ada 5.000 bagaimana yang 5.000 ini bisa mendapatkan biaya," ujar Zudan di Kantor BNPP, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2023).


Salah satu solusi yang terpikirkan oleh Zudan adalah menggandeng Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan IV untuk menjadi bapak atau ibu asuh dari anak yatim tersebut, agar pendidikannya masih terus berlanjut.


"ASN kita saya kira mampu untuk bergerak menjadi ibu asuh dan bapak asuh. Jadi kita bergerak dari diri kita," pungkasnya.


(Humas BNPP)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama