Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Polri Gelar Penelitian Penguatan Pemberantasan Kejahatan dan Aksi Premanisme

LAMPUNG UTARA (wartamerdeka.info) – Pusat Penelitian dan Pengembangan Polisi Republik Indonesia (Puslitbang Polri), melakukan penelitian tentang penguatan pemberantasan kejahatan jalanan dan premanisme, di Polres Lampung, Polda Lampung, Selasa (25/7/23).


Tim dari Puslitbang Polri yang hadir, Kombes Pol. Saefuddin Mohamad, SIK, selaku Ketua Tim, dengan anggota, AKBP Widi Setiawan, SIK, MH.; Penata TK I Insan Firdaus, SH, MH.; dan Penata Budi Prayitno, A.Md.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, yang diwakili Waka Polres Kompol Dwi Santosa, dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim serta rombongan di Polres Lampung Utara.

Sementara itu, Ketua Tim Puslitbang Polri dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk penelitian dan pengembangan ilmu teknologi dalam peningkatan kemampuan Polri guna memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait harkamtibmas.

“Seiring meningkatnya kriminalitas yang dilakukan perorangan maupun kelompok dengan kekerasan dan tentunya mengancam fisik, sehingga merugikan orang lain baik materi maupun nyawa, maka sudah menjadi tugas Polri untuk melakukan tindakan preemtif, preventif dan gakkum,” ucap Kombes Saefuddin.

Saefuddin melanjutkan, adanya data peningkatan kejahatan jalanan yang terjadi di Indonesia, sehingga membuat pihaknya turun langsung melakukan penelitian di Polres-Polres agar penanganannya bisa berjalan dengan maksimal.

“Penelitian yang kami lakukan yakni dengan survei dan wawancara atau focus group discussion (FGD), dengan harapan nantinya kami akan mendapatkan penilaian dan persepsi dari warga terhadap penegakan hukum kejahatan jalanan,” papar perwira dengan melati tiga dipundaknya.(Yoke)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama