Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

INKOPONTREN AMSB Sepakat Bangun Bisnis Dengan AMSB MALAYSIA


JAKARTA (wartamerdeka.info) - Di akhir acara Pertemuan Tahunan Asean Cooperative Organizations (ACO) dan Forum Bisnis ICA AP (International Cooperative Alliance Asia Pasific) di kawasan Genting Malaysia, telah terjadi kesepakatan Kolaborasi bisnis antara Induk Koperasi Pondok Pesantren INKOPONTREN Indonesia dengan Angkasa Mukmin. Sdn. Bhd (AMSB), ditandai dengan dilakukannya Penandatangan Non Disclosure Agreement (NDA), suatu kontrak dalam hubungan kerja profesional yang mengikat secara hukum dan bersifat konfidensial.

Banyak perusahaan yang juga mengartikan Non Disclosure Agreement sebagai dokumen perjanjian rahasia yang tidak boleh disebar, bahkan ketika sudah tidak bekerjasama lagi.

Pihak INKOPONTREN dihadiri langsung oleh Dr. Mohamad Sukri selaku Ketua Umum, sedangkan dari AMSB oleh Mohd. Yusni  Bin Haji Ismail.


Group Chief Executive Officer. 

"Bisnis ini tidak pure business ada aspek sosialnya, terkait dengan kepengurusan seseorang bila Wafat hingga penyelesaian warisan hutangnya, operasional nantinya kita akan sinergi dengan beberapa perusahaan Asuransi di Indonesia," jelas Mohamad Sukri. 

Sementara itu pihak AMSB.Sdn.Bhd menyatakan "Kami akan segera memiliki kantor di Jakarta, penjajagan dengan beberapa pihak perusahaan Asuransi di Indonesia sudah dilakukan, operasional bisnis ini bersifat Syariah" ungkap Ustadz Yusni Bin Haji Ismail.

Group Chief Executive Officer.( Rawing )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama