Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pj. Gubernur Sulbar Apresiasi ADB Pada Kegiatan BIMP EAGA


BRUNEI (wartamerdeka.info) - Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi Asian Development Bank (ADB). Apresiasi tersebut disampaikan saat melihat sebagai partner strategis BIMP EAGA dalam program-program yang mendukung pemerintah daerah di Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam, Kamis (26/10/2023).

Pada kegiatan tersebut, Pj Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh itu, ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam forum Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Philipina, East Asean Growth Area (BIMP EAGA). 

Dia juga berterimakasih atas dukungan ADB dalam menjembatani isu-isu penting yang berdampak luas di subregion dalam keanggotaan BIMP EAGA, yakni 18 provinsi di 4 pulau besar Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua) .

Prof Zudan bahkan mengajukan bantuan teknis dalam peningkatan kapasitas untuk mendorong sejumlah program yang akan dijalankan.

“Pertama, transformasi digital, khususnya e-Government, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi dengan mendukung pengembangan organisasi, manajemen sumber daya manusia, serta pemberian layanan,” kata Prof Zudan.

Selain itu, Sestama BNPP itu menyebutkan penerapan program ekonomi biru, ekonomi hijau dan ekonomi sirkular (blue, green and circular economy), serta kota ramah lingkungan dan kota cerdas (smart city).

“Bidang ini penting karena pembangunan ramah lingkungan merupakan pendorong baru untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.

Pihaknya juga mengajukan bantuan dalam mengadaptasi dampak perubahan iklim (climate change impact) dan membangun ketahanan.

Menurut Prof. Zudan, ini dapat dilakukan dengan mendukung rekomendasi dan strategi kebijakan, penilaian dan perencanaan perubahan iklim, serta langkah-langkah adaptasi perubahan iklim, dalam upaya kami mengembangkan proyek pertanian, irigasi, dan infrastruktur pedesaan yang berketahanan iklim. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama