// Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa // Perusahaan satelit AS Planet Labs mengumumkan pemblokiran siaran gambar perang di Iran, atas permintaan pemerintah AS. // Kapal yang Terkait dengan Jepang Melewati Selat Hormuz // Iran telah menghancurkan satu jet F-15 dan menargetkan pesawat A-10 AS yang jatuh ke Teluk. // Pasar saham UEA di Dubai dan Abu Dhabi telah kehilangan sekitar $120 miliar sejak perang AS-Israel terhadap Iran. //

Berita Foto

Perselisihan minyak Libya mencerminkan krisis Hormuz, memicu kekhawatiran energi Eropa


Perang proksi sektor minyak Libya terjadi selama ketegangan Hormuz, menciptakan kerentanan pasokan yang berbahaya bagi pasar global.

Lanjut...

Sumut Economic Outlook 2024, Kapoldasu, "Masyarakat harus bisa menikmati ruang publik aman dan nyaman."

 

Medan, wartamerdeka.info, - Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menjadi pembicara pada seminar Sumut Economic Outlook 2024 menjaga momentum pertumbuhan bisnis dan investasi bertempat di Hotel JW Marriot, Selasa (16/1).

seminar dihadiri Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Wilayah Sumbagut Irsad, Pj Gubsu diwakili Asisten Perekonomian dan Pembagunan Agus Tripiyono, Kepala BI Kantor Wilayah Sumut Wira Kusuma beserta para tamu undangan lainnya.
Irjen Pol Agung Setya menyampaikan perspektif keamanan tidak hanya yang nampak tetapi dipastikan keamanan dilihat secara komprehensif baik yang nampak maupun tidak nampak.
"Polda Sumut memastikan sistem keamanan dikelola dengan baik untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di Sumut berjalan tanpa adanya gangguan," ujarnya.
Agung mengungkapkan, Polda sumut ingin bangun sistem keamanan yang terkelola dan terintegrasi dengan baik sehingga perilaku masyarakat dapat dikelola mulai dari keluarga hingga lingkungannya.
"Publik jangan dibiarkan liar di area-area umum, vandalisme di area umum ditindak tegas," ungkapnya masyarakat harus bisa menikmati ruang publik yang aman dan nyaman.
"Kesadaran perilaku masyarakat harus terus meningkat dari waktu ke waktu dan dikelola untuk dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yakni bisnis dan investasi," beber mantan Asops Kapolri tersebut.
Pada kesempatan itu, Agung menegaskan jangan biarkan premanisme menjadi ekosistem yang dapat memperburuk kemajuan ekonomi di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
"Juga jangan biarkan perilaku-perilaku buruk dalam perusahaan menjamur sehingga meruntuhkan ekosistem ekonomi," pungkasnya.(chairil )

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama