// Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. // China sejauh ini telah berhasil melewati krisis minyak bersejarah. Namun, saat Xi bersiap bertemu Trump, biaya mulai meningkat. // Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik komentar Trump tentang Paus Leo XIV //

Pineapple

Jepang memperingatkan potensi gempa dahsyat setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda.


Para pejabat Jepang telah mengeluarkan peringatan setelah gempa berkekuatan 7,7 melanda wilayah timur laut negara itu pada tanggal 20 April. Mereka memperingatkan bahwa gempa dahsyat dapat terjadi dalam seminggu ke depan dan menyerukan agar masyarakat tetap bersiap menghadapi peristiwa seismik besar lainnya.

PWO Dwipa Gencarkan UKW untuk Wartawan Indonesia

 Jakarta, - Perkumpulan Wartawan Online Dwipantara (PWO Dwipa) gencarkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk meningkatkan kualitas wartawan se-Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PWO Dwipa Martha Syaflina, S.E., CAHR., Minggu (25/2/2024). Pengadaan UKW ini menunjukkan kualitas dari PWO Dwipa itu sendiri dalam meningkatkan kompetensi wartawan.

Dalam pelaksanaan UKW, PWO Dwipa menggandeng Lembaga UKW (LUKW) UPN "Veteran" Yogyakarta. Saat ini sedang menunggu kelengkapan persyaratan dari LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta.

"Kita menggandeng UPN "Veteran" Yogyakarta. Saat ini sedang menunggu persyaratan UKW dari mereka. Namun, pendaftaran sudah dibuka," ujar Martha.

Untuk waktu UKW, Martha menyampaikan, masih menunggu keputusan dari Dewan Pers melalui LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta. Sebab, saat ini peraturannya sudah baru, jadi waktu ditentukan langsung oleh Dewan Pers.

Lebih lanjut, Martha menjelaskan, terkait biaya UKW, peserta dikenakan biaya sebesar Rp3,000,000,-. Namun, biaya tersebut akan disubsidi oleh PWO Dwipa sebesar 50%, sehingga peserta hanya membayar sebesar Rp1,500,000,- saja. Ini tujuannya untuk meringankan para peserta dari wartawan yang ingin UKW.

"Kita berikan subsidi untuk biaya UKW sebesar 50% dari totalnya. Jadi, wartawan hanya bayar Rp1,5 juta saja. Ini untuk meringankan peserta dari wartawan," jelas Martha.

Harapan Martha, dengan meringankan biaya UKW ini, PWO Dwipa hadir untuk membantu dan mendukung wartawan se-Indonesia agar lebih sejahtera dan lebih berkompeten. Tidak hanya sekedar menjadi organisasi biasa, namun menjadi organisasi yang siap berada di depan bersama wartawan Indonesia. (Hari)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama