Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Sekda Langkat Amril Hadiri Pelepasliaran Harimau Sumatera ke Kawasan TNGL

 Medan, wartamerdeka.info, - Pj Bupati Langkat M.Faisal Hasrimy, yang di wakilkan oleh Sekdakab Langkat Amril, menghadiri Pelepasliaran Harimau Sumatera ke Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) bertempat di Pangkalan TNI AU Lanud Suwondo Medan, Rabu (6/3/24).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut dan Polda Sumut melaksanakan kegiatan Pelepasliaran Harimau Sumatera bernama "Ambar" dan "Beru Situtung" ke Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Pelepasliaran Harimau Sumatera  di hadiri Menteri (KLHK) RI, Siti Nurbaya dan  Mr.Goldsmith , Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama KLHK, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi , Pangdam l/BB Mayjen TNI, Mochammad Hasan, Pj. Bupati Langkat di wakilkan Sekdakab Langkat Amril, BKSDA Sumut, Komandan Lanud Suwondo, Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya penyelamatan satwa liar dari konflik satwa dan manusia yang telah melalui proses realisasi untuk mengembalikan ke habitat aslinya di Taman Nasional Gunung unung Leuser (TNGL).

Pelepasliaran Harimau Sumatera menggunakan 3 (tiga) Helikopter dari TNI Angkatan Udara dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara hal tersebut di sampaikan oleh Dirjen KSDAE Prof Dr.Setyawan Pudyatmoko.

Harimau sumatera yang bernama "Ambar" adalah harimau betina berumur perkiraan 5-6 tahun merupakan satu individu harimau yang di tangkap oleh BKSDA Sumut pada tanggal 21 Desember 2022 menggunakan kandang pasang yang berasal dari dusun Aras Napal Desa  Bukit Mas Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat.

Sementara harimau sumatera yang bernama "Beru Situtung" juga harimau betina dengan perkiraan umur 3-4 tahun yang di selamatkan di kawasan hutan lindung sungai tengah Aceh Selatan.

Dirjen KSDAE Prof Dr. Setyawan Pudyatmoko menyampaikan bahwa lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera di Hutan TNGL yang jauh dari aktivitas masyarakat dan keasrian hutan yang masih terjaga. 

"Ditambah lagi banyaknya mangsa buruan seperti rusa dan babi hutan," katanya.

Arahan dari Menteri KLHK, Siti Nurbaya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kegiatan pelepasliaran harimau sumatera ke habitat aslinya di taman nasional gunung lauser
"Ini juga mengantisipasi kepunahan dari satwa tersebut", ucapnya.

Kegiatan ini, mencegah kehilangan keanekaragaman hayati dalam pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kondisi sosial budaya dan ekonomi, ini  salah satu program upaya konservasi baik ekosistem maupun spesiesnya.

"Keanekaragaman hayati adalah modalitas yang berguna untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia," pungkasnya. (Hasrizal)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama