Bom bunuh diri menewaskan 24 orang di Pakistan // Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Pembukaan Pasar Kawulo Sighasari Malang

 
Malang, wartamerdeka.info, - Bertempat di dusun Ngatik, desa Purwoasri, kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Warga dari berbagai penjuru Malang Raya beramai-ramai mengunjungi Pasar Tradisional atau yang dikenal dengan sebutan Pasar Kawulo.

Pasar Kawulo adalah pasar tradisional dengan beragam barang dagangan tradisional. Apalagi lokasinya di persawahan jauh dari bising dan ramainya kendaraan berlalu lalang, menambah kesan kuat bahwa Pasar Kawulo benar benar berkonsep tradisional.

Tidak hanya itu, konsep Pasar Kawulo juga menyediakan kegiatan belajar batik sekaligus belajar nembang. Karawitan dengan seperangkat gamelan yang di sediakan di hari-hari tertentu.

Gaguk, Penggiat budaya sekaligus pemilik Pasar Kawulo menuturkan, dengan di bukanya Pasar  Tradisional dan Budaya ini,bertujuan agar generasi  yang akan datang ikut serta membangkitkan pengetahuan tentang adat ,melestarikan dan memperkenalkan budaya, khususnya budaya jawa agar tidak punah tergerus jaman modernisasi.

"Pasar kawulo juga menyuguhkan berbagai tampilan kesenian di antaranya, seni Bantengan, Kuda lumping, Reog Ponorogo, dan hiburan lainnya," Ungkap Gaguk, Minggu (2/6/2024).

Nono, Penanggung jawab Pasar Kawulo menuturkan Pasar Tradisional Kawulo, juga memberi kesempatan warga masyarakat sekitar, untuk membangkitkan gerak bisnis apapun yang tradisional khususnya dalam usaha meningkatkan para pelaku UMKM dan akan di buka di hari-hari tertentu. 

"Berkunjung untuk mengenal berbagai macam makanan tradisional dan sekaligus edukasi untuk mendalami pengetahuan tentang budaya jawa," Tambah Nono. (Hari yudha)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama