Langsung ke konten utama

Menang Tender Kendati NPWP Non Aktif


BOGOR, wartamerdeka.info - Kecanggihan teknologi tidak serta merta dapat mengantisipasi terjadinya KKN (Korupsi Kokusi Nepotisme) dalam proses tender di berbagai daerah.

Terbukti di Kabupaten Bogor proses tender sempat membingungkan masyarakat, pasalnya NPWP perusahaan yang memenangkan tender justru tidak aktif.


Ketua LBH Arjuna Kab Bogor, Arsani.SH.MH., saat dihubungi media menyatakan, KKN dalam proses tender sudah merupakan perbuatan melanggar hukum.


Menurutnya, perusahaan harus memenuhi syarat, setidaknya memiliki Surat Keterangan Fiskal (SKF) yang masih berlaku, tidak sedang dalam daftar hitam (blacklist) pada penyelenggaraan lelang, memiliki kemampuan teknis dan keuangan yang memadai sesuai dengan persyaratan tender.


"Jika NPWP perusahaan tidak aktif, sebaiknya segera mengaktifkannya melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat agar dapat memenuhi persyaratan administrasi untuk mengikuti tender," tandasnya.


Seperti yang tersebar dikalangan media, CV Adhi Makmur merupakan pemenang tender Pekerjaan Penataan Taman Tegar Beriman di Dinas PKPP Kabupaten Bogor senilai Rp.2.361.833.600.


Namun perusahaan yang beralamat di Utan Jati Kalideres Jakarta Barat itu NPWP sebagai kontraktor tidak aktif atau non-aktif, yang merupakan syarat memenuhi kewajiban perpajakan.


Sementara itu, Kabid Prasarana Sarana Utilitas, Nunung Toyibah menjelaskan kasus ini kewenangannya di wilayah ULP (Asmandilla). "Silahkan tanyakan kesana saja, saya sebentar lagi pensiun bang," ujar Nunung.


Saat dihubungi awak media, Anas dari pihak ULP Kab. Bogor mengkonfirmasi bahwa Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) merupakan salah satu syarat kualifikasi yang di evaluasi di awal proses lelang.


"KSWP sangat penting dalam menentukan kelayakan peserta lelang, jika KSWP tidak valid  maka Pokja harus melakukan verifikasi ulang dan memutuskan apakah paket proyek tersebut akan digugurkan atau tidak," jelas Anas.(Hrn)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...