Langsung ke konten utama

Badaruddin Amir, Sastrawan Nasional Telah Pergi Selamanya

Barru, wartamerdeka.info, - Kabupaten Barru berduka, bahkan dunia sastra ikut berduka. Sosok Badaruddin Amir yang dikenal sebagai sastrawan nasional, tokoh dan penggerak literasi di Barru telah berpulang ke rahmatullah, pukul 19.00 Wita, Sabtu (26/10/24).

Pagi ini, Ahad 27 Oktober 2024, ratusan pelayat dari kalangan penggerak literasi, masyarakat umum, mahasiswa, dosen, serta para pejabat kabupaten ikut mengantarkan bapak dua orang anaknya ini ke peristirahatan terakhirnya  di TPU Kamara. 

Ungkapan belasungkawa mewarnai media sosial hari ini termasuk dari Bupati Barru mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam dari sahabat-sahabat baik di Sulsel maupun di luar Sulsel, Badaruddin Amir memang sangat identik dengan dunia literasi. 

Sejak menjadi mahasiswa di IKIP pada 1980-an hingga berprofesi sebagai guru, beliau telah menggeluti dunia kewartawanan, yang mengantarkannya mencintai literasi dan membangun perpustakaan TAKANITRA sebagai rumah bersama bagi para pegiat literasi.

Berbagai penghargaan literasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional, telah diraihnya, menjadikannya sebagai pemicu munculnya penulis-penulis muda serta komunitas literasi di Kabupaten Barru. 

Semangatnya yang menggebu ketika berbicara tentang literasi membuatnya menjadi pembicara di berbagai even budaya dan sastra, baik di tingkat nasional maupun internasional. 

Kini, sastrawan itu telah tiada, dan beberapa pelayat yang ditemui wartamerdeka.info menuturkan rasa haru yang mendalam atas kepergiannya.

"Beliau bagai cahaya terang kami di sini, karena beliau kami menjadi pegiat literasi. Beliau adalah guru sekaligus kawan diskusi yang inspiratif. Kami, pegiat literasi Barru, kini merasakan kehilangan 'Ayah' yang mengayomi, juga kehilangan 'Guru' yang ikhlas membagi pengetahuannya", ungkap Jamal Passalowongi dengan mata berkaca-kaca. 

Kenangan akan dedikasi dan semangat beliau akan terus hidup dalam setiap langkah para pegiat literasi yang terinspirasi oleh perjuangannya. Warisan pemikiran dan tindakan sans kesan mendalam itu akan terus mengakar dalam jiwa setiap individu yang pernah bersentuhan dengannya. 

Keberadaan Badaruddin Amir sebagai sosok kunci dalam dunia literasi telah menciptakan ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan pemikiran kritis di kalangan generasi muda, yang kini merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi teladan dan sumber inspirasi. 

Hal yang sama dikemukakan Faisyal Yunus, " Beberapa tempat pentas bersama ternyata Minggu lalu saat Takanitra Fest adalah panggung bersama terakhir buat kami, selamat jalan guru dan sahabat kami ", Pungkasnya.

Di tengah kesedihan yang melanda, semangat dan dedikasi beliau akan terus menjadi dorongan bagi para pegiat literasi untuk melanjutkan misi mulia dalam membangun budaya membaca dan menulis di tanah air. (abie-syam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...