TikTok YouTube Instagram Twitter WhatApp

Iran memperingatkan kesiapan perang dan biaya ekonomi saat pembicaraan dengan AS tersendat // Kekeringan dan konflik mendorong 6,5 juta warga Somalia ke dalam kelaparan; anak-anak menghadapi risiko kekurangan gizi akut. // Rencana Amerika menaikkan tarif mobil Uni Eropa menjadi 25% karena Uni Eropa tidak mematuhi kesepakatan perdagangan tahun lalu yang bertarif 15%. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // DENGAN MENGIRIM DATA KONTAK, ANDA MENDUKUNG INFORMASI YANG BERKUALITAS

Waduk Tlogoretno dan Pengerukan Kolam Pelabuhan PPN Brondong, Siapa Yang Lemot?

 
    Samirun, warga desa Tlogoretno Brondong
Laporan : Laporan Reporter WM
Siang itu, matahari mulai miring ke barat, saya menyusuri jalan menuju desa Tlogoretno (tepatnya dusun Kepodang) meski jalan paving menuju Dusun itu sudah agak rusak. Dan belum ada tanda tanda diperbaiki.

Desa Tlogoretno bagian dari wilayah kecamatan Brondong yang artinya tidak begitu jauh untuk menuju kesana. Memang dengan tujuan jelas, ingin melihat pembangunan Waduk di Desa Tlogoretno karena sudah setahun kemarin program pembangunan Waduk itu dicanangkan.
Kedatangan Menko PMK Prof. Muhajir Efendi, Jumat (12/1/2024) saat dialog dengan para petani dan nelayan. Ada dua perwakilan yang maju bertanya atau tepatnya "sambat". Perwakilan Nelayan dan Petani.Didepan Menko PMK saat itu, Nur Wahid ketua RN Blimbing menyampaikan keluhan nelayan setempat yang selalu kesulitan ketika melabuhkan perahunya lantaran kolam di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong dangkal karena sedimentasi yaitu proses pengendapan material dari kondisi suspensi atau  udara yang terbawa dorongan gravitasi terjadi  endapan halus atau akumulasi puing-puing batuan dasar tebing. Dan bahkan sampah yang kemudian merubah kawasan kolam di PPN dangkal bahkan kumuh.

Ketua RN Blimbing kecamatan Paciran, Nur Wahid memohon kepada Menko PMK saat itu agar pemerintah memberi perhatian untuk memudahkan nelayan beraktivitas.

Menkop PMK Muhajir Efendi mengapresiasi usulan itu, dan berjanji akan secepatnya ditindaklanjuti - yang saat itu perwakilan dari Kementerian KKP juga hadir.Selain, kolam Pelabuhan. Satu lagi usulan dari perwakilan petani. Salah seorang petani asal desa Tlogoretno juga maju ke depan saat dialog dengan Menko PMK saat itu, perwakilan petani itu adalah Samirun.

Samirun warga Dusun Kepodang Desa Tlogoretno kecamatan Brondong mengeluh soal tidaknya danya pengairan di wilayahnya.
Dia mengusulkan agar dibangun Waduk - Waduk Tlogoretno. Saat itu, kedua usulan tersebut mendapat perhatian lebih dari Menko PMK,  Prof.Muhajir Efendi.Ironisnya, ketika siang itu, saya menyusuri Desa Tlogoretno, ternyata Waduk sama sekali belum dimulai kegiatan pembagunannya, bahkan termasuk pengerukan di kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong (PPN). (Bersambung) - "

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama