Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Breaking News

Berita Foto

Cinque Terre

Hawa Moalim, 33 tahun, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi Wayamo di Baidoa, negara bagian Somalia Barat Daya, setelah melarikan diri dari wilayah Bakool ketika kekeringan menghancurkan mata pencahariannya. Ia memulai perjalanan dengan enam anak dan beberapa kambing yang selamat, tetapi hewan-hewan itu mati di sepanjang jalan, sehingga keluarga tersebut tidak memiliki apa pun ketika mereka tiba dua minggu lalu. [Abdulkadir Mohamed/NRC] (sumber: Al Jazeera)

Jurnalis Beretika, Pemberitaan Berkualitas

Oleh: Ahmadi Kalub
(Plt. Ketia PWI Barru) 

Sebagai seorang jurnalis atau wartawan, dalam menjalankan tugas profesinya, tentu memiliki tanggung jawab moral dan etika jurnalistik yang harus dijunjung tinggi.

Etika ini mencakup pedoman perilaku, prinsip moral, serta komitmen terhadap nilai-nilai profesionalisme yang bertujuan untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada publik akurat, berimbang, dan tidak merugikan pihak mana pun.

Seorang jurnalis wajib:

Bebas dari pengaruh kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, agar pemberitaan tetap objektif dan independen.

Mengutamakan akurasi, yakni dengan menyajikan berita berdasarkan fakta yang valid dan dapat diverifikasi.

Menjaga keberimbangan, yaitu memberikan ruang bagi semua sudut pandang dalam menyampaikan suatu peristiwa atau isu.

Menjaga profesionalisme, dengan menjalankan tugas secara kompeten, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi integritas.

Menghindari niat buruk, seperti menyebarkan berita bohong, fitnah, atau informasi yang bersifat tendensius dan merugikan pihak lain.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan oleh wartawan harus benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan, bukan hasil asumsi, interpretasi keliru, atau kepentingan tertentu. 

Kepercayaan publik terhadap media hanya dapat terjaga apabila jurnalisme dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan etika yang luhur.

Barru, 8 Juni 2025.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama