Langsung ke konten utama

Populer

Tuhan Menyuruh Kita Lapar

MBG (Makanan Buka berGizi) (9)

Tuhan di Ujung Rindu (8)

Bupati Barru Lantik 153 Pejabat, Langkah Strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Antara Takjil dan Takdir (7)

RSUD Lapatarai Barru Genjot Pemenuhan KRIS


Barru (wartamerdeka. info) – Pemerintah Kabupaten Barru melalui RSUD Lapatarai Barru terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan dengan melaksanakan proyek strategis pemenuhan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). 

Hal itu dijelaskan Plt Direktur RSUD Lapatarai Barru dr. Suriadi Nurdin, Sp.B. M. Kes yang ditemui diruang kerjanya, Senin (30/6/2025). 

Suriadi Nurdin  mengatakan, proyek pemenuhan  Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) menjadi prioritas utama manajemen rumah sakit sepanjang 2025.

"Pemenuhan KRIS adalah prioritas utama kami tahun ini, sesuai mandat Permenkes dan arahan Bupati Barru. Kami bekerja  sistematis dan bertahap untuk mencapai target 60% TT standar KRIS di akhir tahun", jelasnya. 

"Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang dalam peningkatan mutu layanan rujukan di Barru dan wilayah sekitarnya. Dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat adalah energi besar bagi tim kami", jelasnya lagi

Seiring pertengahan tahun 2025 lanjut Suriadi, pelaksanaan proyek menunjukkan progres positif. Berbagai perbaikan dan penyesuaian infrastruktur tengah dilakukan, mulai dari tata letak ruang, penyediaan fasilitas pendukung, hingga peningkatan kapasitas ruang rawat yang sesuai dengan standar KRIS.

"Proyek ini dipastikan berjalan secara sistematis dan terukur", tegasnya. 

Dokter Spesialis Bedah ini menambahkan,  KRIS sebagai  Pilar Transformasi Pelayanan Rujukan, Pemenuhan KRIS bukan semata bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi bagian penting dari reformasi layanan rujukan kesehatan di Kabupaten Barru. 

Menurut dokter Suriadi, dengan proyek ini, masyarakat Kabupaten Barru akan merasakan manfaat nyata berupa akses layanan kesehatan yang lebih cepat, efisien, dan manusiawi. RSUD Lapatarai juga akan lebih siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di masa depan, termasuk menghadirkan layanan unggulan untuk rujukan lintas kabupaten.

"Insya Allah, RSUD Lapatarai Barru berkomitmen untuk terus berinovasi dan bertransformasi menghadirkan layanan yang bermutu", katanya

Dikatakan, saat ini sementara dikerjakan renovasi penyesuaian ruangan/kamar yang   saat ini berukuran  7,5 meter x 4.5 meter dengan jumlah 6 Tempat Tidur (TT). Melalui pemenuhan Standar Kelas Rawat Inap (KRIS) dilakukan perubahan menjadi 10 meter x 4.5 meter dengan jumlah 4 Tempat Tidur (TT). 

Selain kamar dan tempat tidur, lanjut dokter Suriadi,  Standar KRIS mencakup 12 kriteria yang harus terpenuhi diantaranya, 1. Komponene porositas bangunan: 2. Ventilasi udara: 3. Pencahayaan ruangan: 4. Kelengkapan tempat tidur: 5. Nakas per TT: 6. Suhu dan kelembaban ruangan: 7. Pengelompokan ruang rawat: 8. Kepadatan ruang rawat ( maksimal 4 TT): 9. Tirai partisi antar tempat tidur: 10. Kamar mandi dalam ruaangan: 11. Aksesibilitaa kamar mandi sesuai standar: 12. Outlet oksigen. (syam)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...