Langsung ke konten utama

Saat Nilai Keluarga Menyatu dalam Kebijakan dan Kehangatan

Hujan yang mengguyur sejak pagi hari tak menyurutkan semangat pelaksanaan Apel Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tingkat Kabupaten Barru, Ahad 29 Juni 2025.

Meski lokasi dipindahkan dari halaman rumah jabatan bupati ke dalam Baruga Singkerru Adae, suasana acara tetap berlangsung khidmat dan penuh makna.

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, SH., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan kebijakan yang menyentuh sisi paling esensial dari peringatan Harganas. Salah satu kebijakan yang diumumkan adalah memberikan ruang bagi ASN perempuan yang memiliki anak kecil untuk membawa anaknya ke kantor, lengkap dengan tempat khusus bermain yang akan disediakan oleh pemerintah daerah.


“Ini bukan sekadar kebijakan kerja, ini bentuk keberpihakan kita terhadap perempuan, terhadap ibu, terhadap keluarga. Kami ingin ASN perempuan bisa tetap produktif tanpa mengorbankan peran dan kasih sayangnya sebagai ibu,” ungkap Bupati.

Mulai hari itu, ASN perempuan di lingkungan Pemkab Barru diperbolehkan membawa anak-anaknya ke kantor. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan menyiapkan tempat khusus bermain untuk mereka. 

Kebijakan sederhana yang mampu menyentuh sisi terdalam seorang ibu yang selama ini sering berjuang membagi waktu antara tugas negara dan tugas hati di rumah.

“Seorang ibu tidak pernah lepas dari peran gandanya. Maka di hari keluarga ini, kami ingin hadir untuk mereka. Agar mereka bisa bekerja tanpa merasa meninggalkan anak-anaknya,” kata Bupati dengan suara lirih namun mantap.

Di barisan peserta, beberapa ASN perempuan tampak menunduk. Bagi mereka, kalimat itu bukan sekadar pidato, melainkan pengakuan akan perjuangan yang selama ini hanya dirasakan dalam diam.


 “Saya terharu sekali,” ujar Anita, seorang pegawai yang ikut hadir pagi itu. Kadang saya bawa anak ke kantor, tapi diam-diam, takut dianggap tidak profesional. Sekarang rasanya lebih lega.", ucapnya singkat penuh haru.

Di tengah semangat kebersamaan itu, terselip pula rasa bangga. Kabupaten Barru kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, yakni Juara 2 untuk kategori Penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta Juara 2 Rumah Data Kependudukan. Prestasi ini merupakan hasil nyata kerja keras berbagai pihak yang terlibat dalam program-program kependudukan dan keluarga berencana di daerah.

Usai apel, suasana berubah menjadi lebih akrab. Para peserta yang terdiri dari ASN, kader KB, hingga tokoh masyarakat, tidak langsung beranjak. Mereka justru berkumpul dalam format santai, menikmati makan siang bersama secara lesehan, duduk bersila dalam lingkaran hangat layaknya sebuah keluarga besar.

Tak ada sekat antara pejabat dan peserta. Semua larut dalam suasana kekeluargaan. Canda dan obrolan ringan menyatu di antara aroma makanan dan tawa yang mengalir. Bupati, Wakil Bupati Dr. Ir. Abustan A. Bintang. M. Si dan Sekda Barru Abubakar. S. Sos. M. Si. bahkan Ketua TP PKK A,  Milawaty Abustan dan Ketua Dharma Wanita  Amaliah Abubakar pun tampak membaur, berswafoto dengan gaya 'cibi-cibi' sekaligus berbagi cerita, menjadi bagian dari komunitas, bukan sekadar pemimpin dari atas podium.

Momen kecil yang merekam nilai besar bahwa seorang pemimpin sejati tak selalu berdiri di depan, tapi juga tahu kapan harus duduk bersama dan mendengar lebih dekat. 

Hari itu, Barru tidak sekadar memperingati Hari Keluarga Nasional. Ia merayakan kehadiran anak-anak di ruang kerja, merangkul peran ibu dalam struktur birokrasi, dan menyatukan kembali makna ‘keluarga’ ke dalam kebijakan pemerintah. 

Karena sejatinya, di balik setiap kinerja ASN yang baik, ada anak yang menunggu, dan ada ibu yang tak pernah berhenti mencintai dalam diam, dalam kerja, dalam doa. (Syam M. Djafar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...