Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Berita Foto

Cinque Terre

Hawa Moalim, 33 tahun, duduk bersama anak-anaknya di kamp pengungsi Wayamo di Baidoa, negara bagian Somalia Barat Daya, setelah melarikan diri dari wilayah Bakool ketika kekeringan menghancurkan mata pencahariannya. Ia memulai perjalanan dengan enam anak dan beberapa kambing yang selamat, tetapi hewan-hewan itu mati di sepanjang jalan, sehingga keluarga tersebut tidak memiliki apa pun ketika mereka tiba dua minggu lalu. [Abdulkadir Mohamed/NRC] (sumber: Al Jazeera)

Sekolah Rakyat Hadir Di Barru, Pemerintah Pusat Siapkan 80 Miliar


Barru (wartamerdeka.info) - Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Wakil Bupati, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menyambut kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Rico, A.Md. LLAJ, S.H., S.T., M.Si., di SMP Negeri 8 Barru, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru Sabtu (7/6/2025).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional dalam merintis dan mendirikan Sekolah Rakyat berbasis asrama, sebuah program strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Setibanya di lokasi, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial disambut secara adat melalui tari Padduppa yang ditampilkan oleh para siswa SMPN 8 Barru.


Bupati Barru dalam samburannya menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung realisasi program Sekolah Rakyat.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kami telah menyiapkan lokasi dan menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui penganggaran di APBD. Harapan kami, implementasi Sekolah Rakyat dapat segera dimulai pada tahun ajaran 2025," tegas Andi Ina.

Bupati juga mengatakan tantangan sosial yang dihadapi Kabupaten Barru, di mana angka kemiskinan mencapai 31,1%, dengan kemiskinan ekstrem berada pada angka 0,02%. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan langkah konkret yang dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka tersebut.

Sementara, Sekjen Kemensos Robben Rico menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp. 80 miliar setiap tahun untuk program-program sosial di Kabupaten Barru. Ia juga menyampaikan pesan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang menegaskan komitmennya untuk membangun sekolah berasrama bagi siswa dari keluarga tidak mampu.

“Sekolah Rakyat bukan semata-mata milik Kementerian Sosial. Ini adalah milik kita bersama. Sebuah ikhtiar untuk membentuk generasi unggul yang berkarakter", ujar Robben Rico.

Sekjen juga memaparkan secara rinci model pendidikan, sistem asrama, hingga kelengkapan seragam yang akan diterapkan dalam Sekolah Rakyat.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Abd. Malik Faisal, S.H., M.Adm., para Kepala Dinas Sosial kabupaten/kota se-Sulsel, Forkopimda Barru, Pj. Sekretaris Daerah Barru, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Barru, Ketua TP PKK Barru, serta Kapolsek dan Danramil Tanete Riaja, dan para kepala desa/lurah se Kabupaten Barru.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama