Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Wisata Indonesia

Abustan: Gizi Fondasi Membangun Sumber Daya Manusia


Makassar (wartamerdeka.info) -  Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS), menghadiri Lokakarya “Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak” yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (15/07/2025).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dan komitmen daerah dalam mewujudkan program gizi yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Lokakarya ini juga menjadi ruang konsolidasi strategi bersama dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Provinsi Sulsel, yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Ishak Iskandar, M.Kes., M.M., M.H.

Kegiatan yang terselenggara atas dukungan UNICEF, dihadiri Deputi Gizi Kesehatan Staf Wapres, Bappenas, Kemenkes dan seluruh wakil bupati/walikota se sulsel selaku ketua TPPPS.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru  menyampaikan bahwa penanganan isu gizi memerlukan kolaborasi nyata dan lintas sektor, terutama dalam percepatan penurunan stunting.

“Gizi adalah pondasi pembangunan sumber daya manusia. Barru terus berkomitmen melaksanakan intervensi gizi yang berbasis data dan melibatkan seluruh elemen masyarakat", tegas Abustan.

Dikatakan, upaya penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama lintas sektor dan lintas jenjang.

"Di Barru, kami terus memperkuat konvergensi program dengan pendekatan berbasis data, budaya lokal, dan pemberdayaan keluarga sebagai garda terdepan," ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa hasil survei seperti SSGI menjadi pijakan penting dalam mengevaluasi dan menyesuaikan strategi agar lebih tepat sasaran. Abustan berharap lokakarya ini mendorong semua pihak untuk mempercepat gerak menuju nol stunting secara berkelanjutan di Sulawesi Selatan.

Sebagai penegasan komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh seluruh Ketua TPPS se-Sulawesi Selatan, sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting.(syam)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama