Langsung ke konten utama

Dinas Perikanan Kelautan Jawa Timur Gelar Pembinaan Nelayan

Upaya pembinaan usaha penangkapan ikan bagi nelayan di kabupaten Lamongan, oleh dinas kelautan dan perikanan provinsi Jawa timur tahun anggaran 2025 terus digencarkan, tepatnya dilaksanakan di Tebing Kafe paciran, Selasa (26/8/25).

Yuni Mulyanti Analis Dinas Perikanan dan Kelautan mewakili Kadis Perikanan dan Kelautan provinsi Jawa timur saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan pembinaan ini sangat penting bagi dua puluh dua ribu nelayan, empat ribu enam ratus kapal dari berbagai jenis alat tangkap yang ada di 17 desa nelayan.

"Agar nelayan memahami pentingnya alat tangkap ramah lingkungan demi keberlangsungan laut sebagai poros kemajuan ekonomi nasional ke depan," Ungkap Yuni.

Dua narasumber yaitu, Hendro Setiyo Budi Kabid Nelayan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan dan Toha Muslih Penyuluh Perikanan
sebut pentingnya sosialisasi dan pembinaan nelayan lamongan, agar nelayan mengerti dan faham apa itu alat tangkap ramah lingkungan.

"Penangkapan ikan terukur (PIT) yang mengharuskan nelayan  menangkap ikan secara terkendali, proporsional, yang itu dilakukan di zona penangkapan ikan terukur berdasarkan kuota dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya serta Pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. (PP No. 11 Tahun 2023) ujar Thoha muslih", kata Hendro. Ketua HNSI Cabang lamongan H. Sukri Sulatim menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota.

Dia berharap agar nelayan tetap rukun, solid, kompak dan menjauhkan friksi antar nelayan baik di laut maupun di darat.

"Hanya karena perbedaan besar kecilnya kapal dan alat tangkap yang berbeda di masing masing 17 desa nelayan di lamongan lantas mudah terjadi perpecahan," tandas H. Sukri seraya berharap agar laut tetap berisi ikan dan mensejahterakan nelayan, bangsa dan negara. (Sin/wm)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Dasar antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak

Oleh : YM. Sjahrir Tamsi  Dalam dunia pendidikan, sertifikasi memiliki peran penting sebagai pengakuan resmi atas kompetensi seseorang dalam bidang tertentu. Namun, sering kali terdapat kebingungan untuk membedakan antara Sertifikasi Profesi, Sertifikasi Pendidik, dan Sertifikasi Guru Penggerak.  Ketiga jenis sertifikasi ini memiliki fokus, tujuan, dan proses yang berbeda. Artikel ini membahas perbedaan mendasar di antara ketiganya berdasarkan peraturan perundang-undangan berlaku di Indonesia. 1. Sertifikasi Profesi Defenisi : Sertifikasi Profesi adalah pengakuan "Kompetensi Kerja" seseorang di bidang tertentu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga (LSP-P3) yang independen dan terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi Republik Indonesia (BNSP RI). Tujuan : Memberikan pengakuan kompetensi profesional di berbagai sektor pekerjaan atau profesi. Menjamin tenaga kerja yang ...

MS Bulganon H. Amir: YASKUM akan Dirikan Sekolah dan Pesantren Gratis

Ir Teuku Muhammad Syamsoe Bulganon Hasbullah Amir, pendiri YASKUM . Oleh: M. Aris Kuncoro JAKARTA (wartamerdeka.info) -  Ada khabar gembira dari Yayasan Kharisma Usada Mustika (YASKUM). Lembaga yang bergerak di bidang sosial ini kini tengah bersiap-siap hendak menyelenggarakan pesantren gratis dan sekolah umum gratis, bagi warga masyarakat tidak mampu. Untuk program sekolah umum gratis ini rencananya akan dibuka dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Andi Ina: Pastikan Golkar Rumah Bagi Kader

Makassar (wartamerdeka.info) - Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang juga Bendahara Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri acara buka puasa dan tarwih berjamaah bersama AMPG Sulsel di Four Point Sheraton, Selasa (18/3/2025).  Selain Andi Ina, hadir Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, Bupati Selayar, Nasir Ali, Bupati Luwu, Patahuddin, Bupati Soppeng, Suardi Haseng, Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar, dan Wakil Bupati Wajo, Baso Rahmanuddin.  Hadir pula anggota DPRD dari Fraksi Golkar Barru diantaranya, Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M. Si yang juga Ketua DPRD. Rusdi Cara, Herman Jaya dan Hacing.  Andi Ina mengatakan, momentum ini bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, tetapi juga ajang memperkuat soliditas dan komitmen dalam membangun Golkar yang semakin kuat.  Tentu, katanya, pihaknya sebagai kader selalu siap mendukung setiap inisiatif yang mempererat barisan, memastikan bahwa semangat kekeluargaan dan kepedulian sosial tetap menjadi fondasi utam...