Krisis kelaparan di Somalia memburuk karena kekeringan menyebabkan lebih dari 500.000 orang mengungsi. // UEA telah mengumumkan akan meninggalkan OPEC pada hari Jumat, mengakhiri hampir 60 tahun keanggotaannya dalam kartel penghasil minyak. // Kebakaran hutan di Prefektur Iwate, Jepang, meluas ke arah pusat kota. // Setelah gempa melanda Jepang utara, peringatan tsunami dikeluarkan lalu kemudian dicabut, namun masyarakat di berbagai wilayah harus tetap waspada terhadap potensi gempa mega. // Harga minyak mentah Brent melonjak naik lebih dari 7 persen karena Washington dan Teheran memberikan keterangan yang bertentangan mengenai negosiasi gencatan senjata. //

Dinas Perikanan Kelautan Jawa Timur Gelar Pembinaan Nelayan

Upaya pembinaan usaha penangkapan ikan bagi nelayan di kabupaten Lamongan, oleh dinas kelautan dan perikanan provinsi Jawa timur tahun anggaran 2025 terus digencarkan, tepatnya dilaksanakan di Tebing Kafe paciran, Selasa (26/8/25).

Yuni Mulyanti Analis Dinas Perikanan dan Kelautan mewakili Kadis Perikanan dan Kelautan provinsi Jawa timur saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan pembinaan ini sangat penting bagi dua puluh dua ribu nelayan, empat ribu enam ratus kapal dari berbagai jenis alat tangkap yang ada di 17 desa nelayan.

"Agar nelayan memahami pentingnya alat tangkap ramah lingkungan demi keberlangsungan laut sebagai poros kemajuan ekonomi nasional ke depan," Ungkap Yuni.

Dua narasumber yaitu, Hendro Setiyo Budi Kabid Nelayan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan dan Toha Muslih Penyuluh Perikanan
sebut pentingnya sosialisasi dan pembinaan nelayan lamongan, agar nelayan mengerti dan faham apa itu alat tangkap ramah lingkungan.

"Penangkapan ikan terukur (PIT) yang mengharuskan nelayan  menangkap ikan secara terkendali, proporsional, yang itu dilakukan di zona penangkapan ikan terukur berdasarkan kuota dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya serta Pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. (PP No. 11 Tahun 2023) ujar Thoha muslih", kata Hendro. Ketua HNSI Cabang lamongan H. Sukri Sulatim menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan sosialisasi kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota.

Dia berharap agar nelayan tetap rukun, solid, kompak dan menjauhkan friksi antar nelayan baik di laut maupun di darat.

"Hanya karena perbedaan besar kecilnya kapal dan alat tangkap yang berbeda di masing masing 17 desa nelayan di lamongan lantas mudah terjadi perpecahan," tandas H. Sukri seraya berharap agar laut tetap berisi ikan dan mensejahterakan nelayan, bangsa dan negara. (Sin/wm)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama